Merusak Alam, Polisi Bakal Tutup Tambang pasir Ilegal di Bintan

0
1879

RASIO.CO, Bintan – Tampaknya tambang pasir ilegal di Bintan sudah menjadi ladang bisnis pengusaha, terutama diwilayah Kecamatan Gunung Kijang, kubangan bak danau di wilayah Galang Batang, Kawal, Malang Rapat dan pulau pucung terus melebar akibat penyedotan pasir darat menggunakan mesin perusak alam.

Dilokasi harga per truk Rp 250 ribu, jika sampai ke Tanjungpinang akan naik menjadi Rp 500 ribu, tentunya ini akan menjadi ladang bisnis yang menggiurkan, Selasa (23/6). 

Aksi penambangan pasir darat secara illegal dikawasan Kabupaten Bintan memang terpantau sudah lama, namun hingga saat ini para ‘pemain’ yang sering mengatasnamakan masyarakat itu masih tetap beroperasi.

Bukan rahasia umum, dugaan aktifitas dibekengi ‘orang kuat’ pun bermunculan untuk mengamankan agar aktivitas tersebut tetap berjalan.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin menyampaikan Satuan Tugas (Satgas) Bencana Alam Polres Bintan sedang melakukan penindakan tegas tethadap aktifitas pengrusakan alam.

Tidak hanya tambang pasir, illegal logging dan aktifitas lainnya yang merusak alam akan berhadapan dengan hukum.

“Sekarang musim hujan, daerah kita rawan banjir dan tanah longsor. Nanti kita akan melakukan penindakan/penertiban terhadap aktivitas ilegal,” kata Agus.

Lebih lanjut Kasat Reskrim ini menyebut, Satgas Bencana Alam Polres Bintan akan mengkaji rencana penutupan tambang pasir secara permanen dengan memikirkan dampak-dampak yang akan ditimbulkan.

Dia memastikan aktifitas tambang pasir yang telah beroperasi itu tidak mengantongi izin alias ilegal.

“Nanti kita bersama pertambangan dan perizinan serta pemerintah akan melihat dulu, harus ada solusi jika harus dilaksanakan penertiban. Tapi, kita upayakan secara persuasif terlebih dahulu, jika mentok baru penindakan,” tegasnya.

“Dalam waktu dekat kita akan turun untuk meninjau kembali aktivitas tambang itu,” timpalnya lagi.

(biro bintan jhon)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY