Musda Ajoi Kepri, Jhoni Pakun: Organisasi Besar bila Kompak

0
205

RASIO.CO, Batam – Asosiasi Jurnalis Online Indonesia(DPD) Kepri mengelar Musyarah Dearah yang dihadiri 5 DPC berjalan lancar yang dilaksanakan di hotel 89 Batam.

Dalam pesanya, Ketua DPD Ajoi Kepri Jhoni Pakun mengatakan, bahwa dalam wadah organisasi sangat diperlukan kekompakan, sehingga akan menjadi kuat dan sulit untuk dipecah belah. setelah kekompakan dapat dilaksanakan maka media akan dapat juga menyajikan berita tanpa hoax.

“Organisasi Ajoi dikepri sudah dua tahun berdiri, agar tumbuh pesat diperlukan kekompakan sehingga diperlukan tindakan ketegasan dalam membesarkan organisasi jika ada yang merusak dan kapan perlu dirombak jika membahayak organisasi,” Kata Jhoni Pakun Ketua DPD Ajoi Kepri. Sabtu(22/08).

Kata Jhoni, Organisasi Ajoi sudah ada 13 Provinsi Indonesia dan saat ini sudah juga membangun Aplikasi Be Indonesia yang dapat menghasilkan bagi pemilik media, namun untuk bergabung disana mesti melengkapi data-data perusahaan.

Jhoni menambahkan, kegiatanini yang dilakukan terkait laporan kinerja pengurus dan juga akan merombak seluruh pengurus tingkat Kabupaten dan Kota se Kepri, sesuai usulan yang diminta perwakilan yang hadir, kecuali Kabupaten Natuna yang tidak bisa hadir karena kondisi situasi masa Covid-19, terangnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini dilakukan demi untuk membesarkan AJO Indonesia khususnya DPD Kepri, semua yang tergabung harus siap menerima perombakan-perombakan struktur pengurusan. Artinya perombakan yang dilakukan supaya para pengurus bisa bekerja sesuai tupoksinya masing-masing, jadi itu harapannya,” kata Jonni Pakkun.

Sementara itu, Pembina Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia DPD Provinsi Kepri, Petra Tarigan mengatakan, pentingnya peran media dalam mengawal pembangunan dengan tidak membuat berita hoax. 

Ia juga mengingat para wartawan yang tergabung di AJO Indonesia DPD Kepri agar tidak melakukan plagiat dalam membuat pemberitaan.

“Antara boleh dan tidak melakukan copy paste berita. Kalaupun ingin mencopy paste harus ada izin dari pemosting berita. Agar tidak menyebarkan berita hoax, referensinya berita harus jelas, jangan melakukan plagiat apalagi membuat berita hoax, karena berita tentu akan membuat kerancuhan di tengah masyarakat. Jadi itu harapannya, saya berharap AJO Indonesia ini makin maju,” kata Petra Tarigan.

Sedangkan Ketua DPC Batam, Pariadi menyarankan, agar dalam beroganisasi dibutuhkan komitmen nyata, sehingga diperlukan kerjasama yang baik dan bukan menciptakan manajemen konflik yang dapat menghancurkan organisasi.

“Kebersamaan dan salaim memahami dapat terjadi kekompakan membesarkan Ajoi, namun para pecipta managemen konflik perlu di ketegasan, kapan perlu kembali dilakukan perombakan dalam organisasi,” ujarnya singkat.

Hal yang sama, dalam sambutan wacana program kerja, Ketua Dewan Perwakilan Cabang DPC AJO Indonesia Kabupaten Lingga menyampaikan.

“Miskipun banyak rintangan untuk mempersatukan rekan-rekan dalam satu wadah keorganisasian namun alhamdulilah berdasarkan hasil musyawarah kesepakatan yang digelar pada Sabtu 8 Agustus 2020 kemarin bertempat pantai wisata atok desa tanjung harapan DPC AJOI Lingga telah terbentuk”, Ucap Zulkarnaen, S.Pd.i.

Terkait kegiatan pengukuhan DPC AJO Indonesia Kabupaten Lingga, Akan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2020 mendatang, dan saat ini kita sedang melakukan beberapa persiapan salah satunya menyiapkan Kantor/Sekretariat AJO Indonesia Kabupaten Lingga dan sebagai langkah lanjutan menyiapkan segala keperluan untuk terlaksananya kegiatan pengukuhan nanti, pungkasnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut selain dihadiri seluruh pengurus DPD AJO Indonesia Kepri dan pengurus DPC-DPC yang ada di Kepri, Musda ini juga dihadiri anggota DPRD Kepri Ir. Wira Silalahi  (termasuk Pembina AJOI KEPRI), Pembina Petra Tarigan, Ketua Dewan Asosiasi Profesi Thomas AE dan Hamzah Idris.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY