Nelayan Resah, Limbah Minyak Hitam Rusak Alat Tangkap

0
232

RASIO.CO, Bintan – Sejumlah nelayan belakangan ini resah adanya limbah minyak hitam yang mencemari laut tempat mereka mencari menggantungkan hidup, Sabtu (22/2).

Minyak hitam yang berada di pinggir pantai, tidak hanya mencemari kawasan objek wisata, melainkan juga kawasan tangkapan ikan. Ratusan perahu dan sampan juga kotor

Bagaimana tidak, seluruh alat tangkap yang biasa digunakan para nelayan untuk melaut, kini peralatan tersebut tidak bisa digunakan kembali.

Pasalnya alat tangkap itu seperti jaring, bubu dan peralatan lainnya terlumurin limbah minyak hitam.

Azam, nelayan Desa Malang Rapat, kecamatan Gunung Kinang kepada media ini mengungkapkan, sejak limbah minyak hitam mencemari laut dan pantai, dirinya sangat kesulitan melaut.

Pasalnya sejumlah alat tangkap seperti jaring, bubu, pancing dan alat tangkap lainnya terlumuri limbah minyak hitam, bahkan ratusan perahu nelayan juga ikut kotor terkena minyak hitam, sehingga apabila digunakan untuk melaut tidak ada ikan yang mendekat.

“Sudah hampir berapa bulan ini bang, kami tak melaut, soalnya alat tangkap kami habis terlumuri limbah minyak hitam, susah dibersihkan, minyaknya melekat kali dengan jaring,” terang Azam.

Bagaimana minyak hitam itu menyebar kepantai, masih kata Azam, ditengah laut minyak hitam tersebut terbungkus didalam karung dan mengapung, kemudian limbah minyak itu terbawa arus hingga kepantai dan pecah terhempas ombak.

“Kalau dilaut limbah itu terbungkus karung hitam bang, nah sampai ke pantai baru pecah, menyebarlah sampai ke bibir pantai,” beber Azam.

Masih kata dia, peristiwa ini terjadi bukan hannya sekali ini saja, hal tersebut bukan menjadi masalah klasik, menurutnya hampir setiap tahun perairan bintan menjadi langganan limbah minyak hitam.

“Bisa dikatakan setiap tahun, kita harapkan pemerintah daerah dapat berkoordinasi kepada pemerintah pusat, melakukan nota protes kepada negara yang sengaja membuang limbah sembarang, imbasnya di kami sebagai nelayan kecil yang hanya sekian Mil mencari ikan,” pinta Azam.

Pantauan terhadap informasi limbah tersebut yang disebarkan sejumlah warganet di media sosial di sekitar Perairan Bintan di sepanjang pantai di kawasan Kawal, Desa Teluk Bintan, Desa Malang Rapat, Berakit hingga Senggiling terdapat minyak hitam yang mencair di bibir pantai.

(Biro Bintan Jhon)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY