Nyadau Kelapa dengan Menggunakan Beruk

0
1368
foto/petaniku midai

RASIO.CO, Natuna – Midai yang terkenal memiliki potensi kelapa sejak zaman kolonial belanda dan hingga saat ini, komoditi yang sangat berpeluang besar untuk berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah terutama ekonomi bebasis agraia yang sudag saatnya dibangkitkan kembali guna kesejahteraan masyarakat tani yang ada di Kabupaten Natuna, Kepri.

Aktifitas Nyadau ( sebutan masyarakat setempat untuk aktifitas memetik kelapa ) Nyadau Kelapa dengan menggunakan Beruk ini bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat tani di pulau midai.

Pasalnya, Nyadau kelapa sudah di lakukan sejak zaman dahulu, Cara yang terbilang tradisional ini terus dilakukan masyarakat untuk memenuhi permintaan kelapa guna kebutuhan industri pasar dan industri rumah tangga.

Tradisi yang telah di wariskan para leluhur untuk mempermudah para petani saat ini dalam memetik kelapa menggunakan Beruk merupakan salah satu hal termudah yang dapat di lakukan masyarakat untuk memetik kelapa.

Pak Nasir, warga gunung jambat, kelurahan Suak Midai ini adalah salah satu dari sekian banyak para petani kelapa yang masih menggunakan Beruk sebagai cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pak Nasir dan Beruk peliharaanya hampir setiap hari pergi ke kebun miliknya untuk memetik kelapa, “Biasenye monyet ni sehari bise metik 300 – 400 niok dalam waktu sehari, karne monyet ni dah tue jadi die (monyet) tak dapat ambil lebih, kalau dulu die bise ambil sampai 800 buah niok dalam sehari, ‘katanya’

Pak Nasir yang memiliki harapan lebih di sektor pertanian terkhusus komoditi Kelapa menyampaikan Harapan ‘ Kalau bisa kelapa ni jangan lah lagi macam kemarin, pernah sampai 400 rupiah/buah kadang 3 buah 1000 rupiah, macam mane kite bise makan dari hasil Niok ni, padahal harge santan mane pernah naik turun macam orang beli ke kami ‘ujarnya’

Janganlah lagi ada permainan harga, teruk kami ni sebagai petani kelapa kalau terus macam gitu dipermainkan soal harga kelapa, dan kalau bisa harga 1200 tu tetap ajalah terus, itu pun kami dah syukur, bagi kami Petani Kelapa ni, tak usah lah nak ditinggi tinggikan sangat lagi harga tu, habis tu turun lagi, nampak betol kite ni dipermainkan, Tutupnya.

Biasa kelapa hasil panen Pak Nasir setelah di petik ini langsung di kirim ke Sabang Mudok dan disanalah tempat biasa pak Nasir menghantarkan kelapa miliknya.

sumber: petaniku midai

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY