Nyat Kadir: BUMN Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional

0
120
foto/Nyat Kadir di sela-sela sosialisasi BUMN sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional di Batam. Rabu (22/12).

RASIO.CO, Batam – BUMN yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah, benar-benar berperan sangat penting bagi pemulihan ekonomi nasional sebab BUMN memiliki beragam sektor usaha dan salah satu pelaku kegiatan ekonomi nasional dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kepri, Drs H Nyat Kadir di sela-sela sosialisasi, BUMN sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional di Ibis Stayle Hotel, Batam, Kepri, Rabu (22/12).

Dihadapan peserta, Kapoksi  VI, Fraksi Partai NasDem itu mengatakan berbagai macam sektor usaha yang dimiliki BUMN, diantaranya transportasi, pertanian, telekomunikasi,perdagangan, pertambangan, listrik, gas, perhotelan, Rumah Sakit, Pelabuhan, Bandara, BBM, hingga konstruksi dan lainnya.

Berbagai sektor usaha tersebut kata Nyat Kadir  tentu sebagai motor penggerak yang luar biasa karena menarik roda ekonomi berputar.

“BUMN dengan berbagai macam sektor usaha itu harus benar- benar sebagai lokomotif pemulihan ekonomi nasional. Tanpa BUMN ekonomi kita sangat sulit. Sebab- cabang -cabang ekonomi penting yang menguasai hidup masyarakat banyak harus dikuasai Negara melalui peran BUMN. Namun  swasta tetap diberi peran menggerakkan ekonomi karena swasta juga termasuk pilar demokrasi ekonomi Indonesia , juga koperasi dan UMKM,” kata Nyat Kadir sembari mengatakan itu sebabnya pada masa Covid 19, BUMN juga berperan penting bagi pemulihan ekonomi nasional.

Di masa Covid 19 dalam kerangka BUMN sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional, disebutkan Nyat Kadir bisa terlihat dengan dilibatkannya BUMN dalam Program PEN. BUMN menyalurkan kredit kepada UMKM dan koperasi serta melakukan penjaminan kredit modal kerja.  Kredit kepada UMKM dan koperasi, disalurkan melalui kredit UMi oleh PT Pegadaian, PT PNM dan BRI.

Disamping UMi yang plafonnya sampai Rp10 juta, disalurkan juga Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan BUMN  sampai Rp500 juta. Bunga KUR sangat rendah karena disubsidi pemerintah.  

Selain bidang ekonomi, BUMN juga berperan dalam bidang kesehatan, yakni menyediakan vaksin Covid-19 yang saat ini sudah lebih dari 100 juta orang divaksin dosis lengkap. Selanjutnya membantu APD untuk tenaga kesehatan serta sembako dan vitamin untuk masyarakat terkena dampak pendemi. 

Nyat Kadir mengatakan BUMN memiliki total aset yang sangat besar yaitu Rp8.092 triliun. Aset ini jauh lebih besar dibandingkan aset super holding company Temasek asal Singapura yang bernilai Rp1.1125,59 triliun dan Khazanah dari Malaysia sebesar 463,59 triliun.

 Bahkan selama kurun waktu 10 tahun terakhir BUMN lanjut Nyat Kadir ikut berkontribusi menambah pundi penerimaan negara hingga Rp3.295 triliun. Pendapatan yang disetorkan itu berasal dari deviden, PNBP lainnya dan pajak.

Ini juga sesuai  dengan tujuan pendirian BUMN yakni memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya (Pasal 2 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN) dan menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta.

Sebelumnya lanjut Anggota MKD jumlah BUMN sebanyak 142 di Indonesia. Jumlah tersebut kembali menyusut ke angka 108 BUMN. Rinciannya, 16 BUMN go public, 78 BUMN non go public dan 14 BUMN Perum. Beberapa contoh perusahaan BUMN adalah Pertamina, PLN, Pelindo, Garuda Indonesia, KAI, PTPN, PT Timah serta berbagai Bank.

Keberadaan BUMN lanjut mantan Walikota Batam,  sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti subsidi listrik, gas elpiji, BBM,perumahan dan lainnya.

 “ BUMN itu mitra kerja kami di Komisi VI. Saya terus mendorong agar BUMN terus berkembang, sehingga peranannya sebagai lokomotif kemajuan perekonomian Indonesia benar benar terwujud,” ujar Nyat Kadir.

***

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY