Oknum Caleg Divonis Denda oleh Hakim Batam Terkait Kasus 12 Kontainer Balpres

0
476

RASIO.CO, Batam – Majelis hakim ketua Syahlan hanya memvonis denda dua terdakwa , dimana salah satunya oknum caleg dalam kasus penyeludupan 12 kontainer pakaian bekas asal Batam melalui pelabuhan resmi yang ditangkap beacukai Belawan.Sabtu( 05/05).

Vonis majelis hakim batam sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Mega Tri Astuti. dimana dalam tuntutannya terhadap Yanumeiwan Zendrato Als Wawan dan terdakwa Mika Suratmi

Menyatakan terdakwa I Yanumeiwan Zendrato Als Wawan dan terdakwa II Mika Suratmi bersalah melakukan tindak pidana “menyimpan, memiliki, menjual, atau memberikan barang impor yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 yang dilakukan secara bersama – sama” sebagaimana dalam dakwaan Pasal 103 huruf (d) Undang – undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang – undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Yanumeiwan Zendrato Als Wawan dan terdakwa II Mika Suratmi, dengan pidana denda masing – masing sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar denda paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan.

sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan kemudian dilelang untuk membayar denda, dalam hal terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar denda, maka diganti dengan pidana pidana kurungan masing – masing selama 6 (enam) bulan.

Namun, anehnya, terdakwa bebas dari hukum kurungan badan, pasalnya yang diterapkan terdakwa jelas menyebutkan,

“dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Diketahui, Terdakwa Yanumeiwan Zendrato alias Wawan dan Mika Suratmi duduk dibangku pesakitan Pengadilan Negeri(PN) Batam terkait kasus dugaan permainan penyeludupan 9 kontainer ballpres alias pakaian bekas asal Singapura ke Medan melalui pelabuhan resmi di Batam. Rabu(13/03).

Terdakwa Yanumeiwan Zendrato bersama rekannya Mika Suratmi diduga menyeludupkan ballpres dengan modus memalsukan dokumen ke pabean dengan surat-surat resmi pemberitahuan isi kontainer paper paller, namun akhirnya diamankan beacukai Belawan.

Ironisnya, terdakwa dikabarkan merupakan salah satu caleg partai PSI yang berlaga di Dapil Batam ditahun 2019.

Sidang perdana yang digelar diruang sidang utama PN Batam dipimpin ketua majelis Syahlan didampingi dua hakim anggota dengan JPU Mega Tri astuti, sedangkan terdakwa tidak mengunakan pengacara dan tidak ditahan alias tahanan luar.

Dalam kesaksian yang dihadirkan JPU dari Beacukai belawan dan Batam, dimana saksi mengatakan, berawal kecurigaan dokumen lalu dilakukan pemeriksaan 9 kontainer yang berada dipelabuhan Belawan berisi ratusan paper paller dan disaat dibuka teryata container berisi Balpress berasal dari Batam.

“Isi 9 kontainer pakaian bekas dan sepatu tetapi di dokumen paper paller,”Kata saksi dipersidangan.

Sedangkan isi dari 9 kontainer berupa SPNU4627133 berisi 282 bale pakaian bekas., SPNU4613799 berisi 273 bale pakaian bekas, SPNU4625001 berisi 278 bale pakaian bekas,
SPNU4638190 berisi 278 bale pakaian bekas dan 2 bale sepatu bekas, SPNU4622569 berisikan 266 bale pakaian bekas.

SPNU4620355 berisikan 270 bale pakaian bekas, SPNU4607883 berisikan 270 bale pakaian bekas, SPNU4618297 berisikan 276 bale pakaian bekas.
SPNU4618954 berisikan 270 bale pakaian bekas.

Atas perbuatan kedua terdakwa dijerat Pasal 102 huruf (h) Undang – undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang – undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

Atau kedua, Pasal 103 huruf (d) Undang – undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang – undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY