Osteortritis, Tetap Bergerak Tetap Sehat

0
60

Cedera terkesan dekat dengan orang yang sering melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, seperti olahraga misalnya. Padahal cedera dapat terjadi saat melakukan kegiatan sehari-sehari. Bahkan cedera di bagia npersendian justru banyak dialami oleh orang-orang yang kuranggerak.

dr. Adam Fajar,Sp.OT, dokter spesialis Ortopedi RSUD Raja Ahmad Tabib mengatakan dalam acara dialog interaktif RRI saat itu, bahwa penyakit nyeri sendi, khususnya osteoartritis, dapat dikatakan sebagai salah satu rintangan dalam beraktivitas. Nyeri sendi juga dapat terjad iketika tubuh justr utidakmelakukan aktivitas apa-apa. Contoh, terlalu lama duduk dalam posisi tertentu, telalu lama menekuk kaki dan lainnya.

Osteoartritis adalah salah satu jenis artritis yang paling sering dialami oleh sebagian orang. Penyakit in imerupaka npenyakit sendi degeneratif yang mempengaruhi tulang rawan persendian. Terjadi akibat rusaknya kartilago yang melindungi da nmemberi bantalan bagi sendi. Hal ini menyebabkan tulang cenderung bersentuhan satu sama lain sehingga bergesekan saat bergerak yang menyebabkan timbulnya rasa sakit dan kaku.

Biasanya terjadi pada orang dewasa berumur 55 tahun keatas, namun semua golongan usia dapat menderita penyakit ini. Kebanyakan pasien yang menderita tipeartritis ini mengalami gejala pada lutut, sendi-sendi tangan, punggung, dan pinggul (terutama pada punggung bawah). Diawali dengan nyeri yang dapat ditahan, dengan frekuensi yang tidak normal atau nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Sampai dengan hari ini, tidak ada pengobatan yang tersedia untu kpenyakit ini, namun tidak serta merta membuat penderita memburuk setiap harinya. Dengan penanganan yang baik, nyeri dan gejala pada penderitaa kanber kurang sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala ringan dari penderita dapat ditangani dengan olahraga yang cukup, pengurangan berat badan, makanan seimbang, serta penggunaan alas kaki yang nyaman. Menanganistres dan depresi juga dapat mengurangi gejala yang muncul.

Pada kasus yang serius, penggunaan alat bantu berdiri seperti tongkat serta obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi rasa sakit. Pada kasus yang lebih serius, pembedahan untuk perbaikan atau penggantian sendi disarankan.Merupakan kondisi yang sangat menyulitkan bagi penderita yang telah mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi mobilitas. Dengan bantuan medis dan dukungan dari orang terdekat, pasien dapat beraktifas seperti sedia kala. Dan menghindari nyeri sendi dengan memperhatikan posisi gerak tubuh baik bagi orang aktif dan kurangaktif. (advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY