Pekerja Massage Morena Dimanfaatkan Warga Malaysia Bawa Sabu di Bandara

0
521

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Mohd Ardian warga negara Malaysia diduga memanfaatkan Pekerja Sek Komersial (PSK) untuk meloloskan narkotika jenis sabu di bandara Hang Nadim, Batam. Kamis(16/5).

Hal ini terungkap dipersidangan PN Batam dan Dalam kasus ini ada 4 terdakwa, Moch Ardian, warga Malaysia, Yati Rohaeti(lombok), Zulkarnain dan Adi warga Aceh.

Ironisnya, Terdakwa Yati Rohaeti yang bekerja sebagai massage Morena diduga Nyambi PSK dibujuk rayu dan akhirnya diterima terdakwa.

Modus dengan membuatkan bra ukuran khusus untuk menyimpan sabu seberat 201 gram.

“Ardian tamu saya dan membooking saya dengan tarif 1,2 juta dan baru kenal dua hari.”

“Pertama dibawa ke hotel Gloria dan saya bekerja di Morena Massage Nagoya,” kata Yati.

Selain itu, kata Yati, terdakwa Ardian membooking dirinya selama dua hari, namun dibujuk membawa sabu tujuan Lampung.”

“Saya tidak diupah tetapi booking saya dibayar selama dua hari Rp2,4 juta,” ujarnya dipersidangan PN Batam.

Sementara itu, terdakwa Ardian mengaku bahwa Yati dikenalnya melalui tukang ojek bahwa massage Morena menyediakan cewek untuk dibooking dan akhirnya dibooking selama 2 hari.

“Awalnya kami mau simpan sabu dikemaluannya tetapi ngak bisa akhirnya dibuatkan bra khusus,”

“Dan sabu saya bawa langsung dari Malaysia ,” kata Ardian.

Majelis hakim ketua didampingi dua hakim anggota menunda sidang pelan depan dengan agenda mendegarkan tuntutan JPU Mega.

Primair , Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. dan atau subsidair Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY