Pelabuhan Batam Harus Dikembangkan Setara dengan Singapura

0
202
Pelabuhan bongkar muat Batuampar, Batam. (Antara/m kanwa)

RASIO.CO, Jakarta – Pelabuhan ekspor-impor di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) harus dikembangkan jika daerah ini ingin bersaing dengan Singapura. Beberapa pengembangan yang perlu dilakukan adalah, pemasangan alat-alat modern dan perbaikan sistem pengelolaan pelabuhan.

Hal itu dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat bertemu dengan Direktur Utama PT Pelindo, Elvyn G Masassya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (24/06).

Wapres JK pun memerintahkan PT Pelindo II agar memprioritaskan pengembangkan pelabuhan di Batam agar bisa setara dengan Singapura.

“Jadi supaya Pelindo II juga bisa mengembangkan pelabuhan di tempat-tempat lain. Salah satu yang beliau harapkan adalah di Kota Batam. Supaya Batam itu bisa bersaing dengan Singapura,” ujar Elvyn meneruskan ucapan JK usai pertemuan tersebut.

Elvyn mengatakan, saat ini pelabuhan di Batam dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Ia menambahkan, Wapres sudah sempat berkunjung ke Pelabuhan Batuampar di Batam.

Setelah berkunjung, JK menginginkan banyaknya pengembangan di sana.

“Kami akan tindaklanjuti, berkoordinasi dulu dengan Otorita Batam dan Kementerian BUMN. Kami ekspektasikan Batam itu bisa memproduksi antara 500 ribu sampai 600 ribu (peti kemas) per tahun. Sekarang ini baru 250 ribu per tahun,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Fadjar Mardjadi juga mendesak agar fasilitas di Pelabuhan Batuampar segera dibenahi. Menurutnya, revitalisasi merupakan poin penting dalam pembenahan pelabuhan.

“Pokok utamanya adalah bagaimana menambah kapasitas pelabuhan. Juga harus dipikirkan bagaimana memperbesar produksi ekspor. Karena nanti kalau pelabuhan bisa dirapati kapal besar, tapi tidak ada muatan, kapal besar tidak akan mau singgah,” katanya di Batam, akhir pekan lalu.

Fadjar mengatakan, barang-barang ekspor menyumbang 94,57 persen dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kepri. Sementara saat ini ekspor Kepri tengah melambat karena imbas dari perang dagang Amerika dan Tiongkok.

Dikatakan, pelebaran pelabuhan dan peningkatan ekspor harus dilakukan secara paralel, karena keduanya saling melengkapi. Juga harus ada upaya tarif logistik yang mahal agar kapasitas ekspor melalui pelabuhan ini semakin meningkat.

***

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY