Pembalak Liar Hutan Lindung Marak di Kuansing

0
197
diduga gudang sawmill tak berizin di kuansing Riau(foto/rusmanto)

RASIO.CO, Teluk Kuantan – Aktivitas pembalak liar diduga dikawasan hutan lindung didesa Pangkalan, Singingi, Kuansing, Riau marak dan warga berharap penegak hukum menindak tegas para oknum illegal loging. Rabu(04/08)

Ironisnya, Diduga para pembalak liar diduga dibekingi oknum aparat nakal, bahkan diduga beberapa Gudang sawmill tanpa izin berdiri kokoh dilokasi.

Untuk itu, Ulah para oknum pembalak liar, warga dilokasi kawasan hutan lindung Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling berharapKapolda Riau dan BBKSDA Provinsi Riau menindak tegas pelaku pembalakan liar

Menurut salah seorang warga yang enggan dipublis mengatakan, selain para oknum pembalak liar leluasa beroperasi, ada juga diduga beberapa Gudang sawmill sepanjang jalan menuju Desa Pangkalan Indarung tanpa izin.

Kata dia, Pembalakan liar hutan akan mengganggu ekosistem yang ada di sekitarnya. Keanekaragman flora dan fauna di dalamnya akan rusak ulah oknum pembalak liar.

“Kami tidak ingin akibat pembalakan liar itu berbuah bencana longsor. Harus ada pelajaran dari beberapa kasus bencana di daerah lain,” ujarnya.

“Kami minta Kapolda Riau dan BBKSDA turun tangan untuk mengusir para perambah hutan Suaka Margasatwa yang ada di daerah kami,” ungkapnya lagi.

Kata dia, Kami harap BBKSDA sebagai lembaga yang paling bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan kawasan hutan Suaka Margasatwa segera bertindak tegas untuk menghentikan pembalakan liar dan gudang somel,” ujarnya

Ia mengatakan, Jika ini terus dibiarkan terhadap pelaku Ilegal Loging serta  gudang Sawmill yang berdiri kokoh maka akan hancurlah kehidupan semua mahahluk hidup di dalamnya.

Pelaku Ilegal loging dan gudang somel ini tetap eksis diduga karena ada oknum tertentu ikut membeking.

 “Siapapun bekingnya harus ditindak mengingat perbuatannya sangat merugikan negara lantaran tak membayar pajak, merusak lingkungan serta diduga ada tindakan memalsukan dokumen perjalanan,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu,  Kabid wilayah 1 BBKSDA Provinsi Riau Hansen Siregar ketika di hubungi melalui saluran seluler mengatakan, hal itu bukan ranah mereka. Itu merupakan ranah Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK) Wilayah I Sumatera,”ujarnya.

Rusmanto@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY