Pemkab Lingga Temui Telkomsel Usulkan Penguatan Signal

0
75

RASIO.CO, Lingga – Pemkab Lingga usulkan 32 titik wilayah perlu penguatan signal dan pembangunan menara telekomunikasi yang disampaikan langsung ke PT Telkomsel Wilayah Kepri di Batam. Selasa (23/11).

Nizar dalam pertemuan tersebut mengatakan, kebutuhan jaringan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan penting di Kabupaten Lingga selain listrik dan air.

Dalam mensuport target, jelas Nizar, Program Percepatan Perluasan Digitalisaai Daerah (era revolusi 4.0) untuk mencapai informasi-informasi yang mudah terjangkau juga menunjang urusan Sistem Keuangan Daerah mengingat saat ini sistem pelaporan, perencanaan dan realisasi keuangan daerah, semua berbasis sistem aplikasi yang sangat memerlukan dukungan Jaringan maupun koneksi Internet.

“Zaman sekarang informasi dan komunikasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan dan sangat perlu disampaikan, mengingat Kabupaten Lingga masih sangat membutuhkan,” kata Nizar kepada media.

Kepala Dinas Kominfo, melalui Kabid E-government dan TIK, Adi Setiawan menyampaikan, harapan Bupati Lingga, Dinas Kominfo bersama pihak Telkomsel segera melakukan survey ke lokasi-lokasi yang masih membutuhkan penguatan signal 4G. dan mencari solusi dalam menyediakan infrastruktur kebutuhan akses seluler 4G.

“Seperti titik Lingga bagian timur, yakni, Desa Kudung, Tebing dan Belungkur, yang masih membutuhkan penambahan akses seluler 4G. untuk infrastruktur pendukung, seperti jalan dan listrik sudah 24 jam. selain itu, kepada Telkom & Telkomsel untuk melakukan ekspansi bentangan kabel Fiber Optik, hingga ke Desa Kudung dengan memberikan gambaran rencana dan potensi pada wilayah tersebut,” terangnya.

Dikatakan, untuk pulau Pekajang sudah berdiri tower 72 meter, yang dibangun pihak Tower Bersama Group (TBG), namun hingga saat ini tower tersebut belum difungsikan, karena belum ada perangkat Telkomsel yang dipasang. secara geografis pulau Pekajang lebih dekat dengan wilayah Provinsi Bangka Belitung.

Kabupaten Lingga, lanjut Adi, tahun 2021 ini menerima perangkat repeater dari Telkomsel sejumlah 2 set, yang sebelumnya direncanakan mendapat kuota 5 unit dan akan di akomodir pada tahun 2022. pihak Telkom dan Telkomsel akan membangun SKKL berbasis Fiber Optic sebagai backbone untuk menghubungkan pulau Daik dan Dabo.

“Kami juga mensolusikan Desa Batu Belubang yang berdekatan dengan site Desa Cempa, namun karena terhalang oleh bukit sehingga signal 4G tidak dapat mencover wilayah tersebut,” paparnya.

Saat ini, tambah Adi, sedang berlangsung proses pembentangan kabel FO darat di wilayah Lingga dan Dabo untuk menghubungkan tower-tower yang dilalui FO sehingga dapat meningkatkan akses seluler menjadi 4G+. ditargetkan akan selesai dan siap beroperasi secara menyeluruh pada kuartal ke dua tahun 2022.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Telkomsel dan Kementerian Kominfo (BAKTI), terkait rencana perubahan system pada tower mini BAKTI yang semula berbasis V-Sat menjadi Teresterial. sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas pada tower mini,” tutupnya.

Puspan

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY