Penangkapan Polisi Sesuai Prosedur, Hakim Tolak Prapid Advokad Dorkas

205

RASIO.CO, Batam – Ahirnya Hakim tunggal Reni Pitua Ambarita SH menolak secara keseluruhan Pemohon praperadilan Advokad Dorkas lominori terkait kasus sah atau tidak penangkapan yang dilakukan Polresta Barelang dalam kasus dugaan penipuan.

Selain sah atau tidak dalam penagkapan terhadap pemohon, majlis hakim tunggal Renny juga menolak petitum pemohon Dorkas sebagai pemohon berupa untuk membayar ganti Kerugian Materiil sebesar Rp. 1.000.000 dan Kerugian Immateriil sebesar Rp. 1.000.000.0000,-

Termasuk hakim menolak, merehabilitasi nama baik Pemohon Dorkas dalam sekurang-
kurangnya pada 2 Media Televisi Nasional, 2 Media cetak Nasional, 4 Harian Media Cetak Lokal, 6 Tabloid Mingguan Nasional, 6 Majalah Nasional, 1 Radio Nasional, dan 2 Radio Lokal.

“Sesuai Pasal 77 KUHAP Pengadilan negeri berwenang untuk memeriksa dan memutus, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang, penagkapan terhadap Pemohon yang dilakukan kepolisian sesuai prosedur dan menolak secara keseluruhan permohonan pemohon,” Kata Renni Pitua Ambarita., Selasa (04/09) di PN Batam.

Diketahui, Dorkas Lominori merupakan Advokad sekaligus Bacaleg Batam ditangkap kepolisian Unit III Polresta Barelang diduga terkait kasus penipuan salah seorang korban berinisial HR bernilai ratusan juta.

Pantauan lapangan, Terlihat Dorkas Lominori dibesuk rekan-rekan seprofesinya di Rumah
Tahanan Polresta Barelang dan terlihar dalam keadaan sehat dan Dorkas ditahan akibat tidak mengindahkan peanggilan kepolisian.

“Benar Dorkas sudah kami tahan dalam kasus dugaan penipuan,” kata salah seorang penyidik yang enggan namanya di publis di Polresta Barelang.
Sabtu(11/08).

Sementara itu, Wakasat Polresta barelang yang dijumpai di unit V membenarkan, namun enggan berkomentar banyak tekait ditahannya Advokad Dorkas sekaligus merupakan Bacaleg salah satu partai di Batam.

“Oh ya tetapi bagusnya langsung aja dengan Kasatrskrim y,”ujarnya singkat.

Sadangkan sampai berita diunggah awak media belum berhasil mendapat jawaban kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan saat dikomfirmasi melalui sambungan seluluarnya.

Sementara itu, Korban Hartono yang berprofesi sebagai pengacara senior, telah lama menunggu proses hukum terkait laporannya atas penipuan yang dilakukan oleh Dorkas Lomi Nori.

Selama 3 tahun 9 bulan menanti sejak dilaporkan pada tanggal 5 November 2014 lalu dengan nomorTBL/121/XI/2014/SPKT-Kepri. Akhirnya tanggal 9 Agustus 2018 sekitar pukul 10.42 wib, Dorkas Lomi Nori di bawa ke Polresta Barelang untuk diperiksa dan langsung ditahan.

DR Hartono mengatakan bahwa, Dorkas telah diperiksa di Unit 3 Polresta Barelang dan
selanjutnya dilakukan penahanan.

Dorkas telah melakukan perbuatan tindak pidana penipuan karena menjual tanah seluas 1000 meter persegi di Nongsa dengan harga Rp250 juta.

“Saya melaporkan Dorkas Lomi Nori ke Polisi atas penipuan penjualan tanah di Nongsa seluas 1.000 meter persegi senilai Rp 250 juta.Ternyata tanahnya tidak ada untuk diserahkan kepada saya,” tutur Hartono,Jumat (10/8/2018) malam.

Hartono menjelaskan, tidak pidana penipuan ini bermula saat dirinya diperkenalkan dengan
Dorkas oleh kliennya Andi. Lalu sekitar Desember 2012 Dorkas, menawarkan tanah seluas 1.000 meter persegi di Nongsa.

“Awalnya saya tidak mau beli. Tapi karena alasan menutupi kreditnya yang macet maka untuk menebus di bank simpan pinjam Danamon. Akhirnya saya mau beli dan pembayaran saya transfer ke rekeningnya langsung dan itu ada bukti transfernya,” kata Hartono.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda