Pengerjaan Proyek Bina Marga Drainase Bengkong Terancam Gagal

0
735
foto/www.rasio.co

RASIO.CO, Batam – Pembagunan proyek tahun anggran 2017 bernilai Rp1,7 milyar berupa drainase induk sepanjang ratusan meter di perumahan PKJ bengkong sadai terancam gagal kelanjutannya, pasalnya kontraktor tidak dapat menyelesaikan tepat waktu.

Ironisnya, proyek drainase Dinas Bina Marga dan Pengairan kota Batam tersebut,telah menghentikan kontraktor sebagai pelaku pengerjaan dengan alasan Pemko batam mengalami defisit seperti diungkapkan Kabid Bina Marga Dohar Hasibuan ke awak media.

Parahnya, proyek tersebut merupakan proyek yang sudah dianggarkan 2017 mengunakan APBD Batam dan mengacu terhadap pelpres 54 tahuun 2010 Pasal 120 Selain perbuatan atau tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1), Penyedia Barang/Jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak, dapat dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu)dari harga Kontrak atau bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan tidak melampaui besarnya Jaminan Pelaksanaan.

Pasal 118 (2) Perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikenakan sanksi berupa:
a. sanksi administratif; b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;
c. gugatan secara perdata; dan/atau.

“Itukan proyek yang sudah dianggarkan 2017 , jika tidak tepat waktu kontraktornya selain diputus kontrak juga dapat di blacklist secara nasional dan tidak bisa mendapat proyek,” Kata sumber media rasio yang enggan dipublis. Jumat(05/01).

Selain itu kata dia, akibat kontraktor tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu dapat diblacklist perusahaanya serta pengurusnya gak bisa mengikuti lelang dan itu secara nasional, pertanyaannya apakah diikutkan ngak ke daftar hitam.

Selain proyek tersebut dapat merugikan keuagan negara, namun juga merugikan semuanya termasuk masyarakat, pertama program pemerintah tidak jalan, kedua manfaat dan waktu.

“Intinya bagi pmerintah proyek jalan serta selesai sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat, karena dananya dari masyarakat melalui pajak,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek pemerintah ada dua, pertama proyek yang sudah dianggarkan satu tahun dan proyek tahun jamak, permasalahannya proyek drainase tersebut, dianggarkan kembali ngak, kalau tidak tentu dianggarkan tahunn berikutnya, makanya dapat terjadi terbengkalai atau mangrak.

Kabid Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA, Dohar Hasibuan beralasan, penghentian pengerjaan proyek drainase induk antisipasi banjir di Bengkong Saday , akibat penyusutnya pendapatan Pemko Batam.

” Pemko Batam mengalami defisit , karena pendapatan tidak tercapai sehingga proyek tersebut dihentikan,” Kata Dohar berkilah saat dijumpai dikantornya Bina Marga Sekupang. Rabu(03/01).

Lanjut dia, saat ini justru belum dilakukan pembayaran terhadap kontraktor CV Tri Wahyoe, kalaupun dibayar sesuai pengerjaan yang sudah dilakukan dan justru saat ini masih ada lebih kurang Rp100 juta belum dibayarkan terhadap kontraktor.

“Proyek tidak terbengkalai tetapi dihentikan, jika sudah ada anggaran kita lanjutkan lagi,” ujarnya berkilah.

Ia menambahkan, proyek drainase dikerjakan CV.Tri Wahyoe dengan nilai proyek Rp1,7 milyar, sebagai pemenang leleang tahun 2017.

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini