Penipu Berkedok Investasi Bodong Dituntut Lima Tahun

0
144
foto/rasio.co

RASIO.CO, Batam – Terduga tedakwa Viki alias Kiki kasus penipuan modus investasi bodong berkedok valas akhirnya di tuntut Jaksa Penuntut Umum(JPU) Rumondang, Lima tahun penjara.

Sedangkan barang bukti 130 lembar pecahan Rp. 100.000,1 lembar kwitansi penitipan uang dari saudara Dedy Siswantop kepada saudara VIKI tanggal 12 Juni 2020 sebesar $SGD 396.000,- dan ditanda tangani oleh saudara VIKI diatas materai 6.000.

Termasuk, Tiga Hanphone merek Iphone, serta OPPO serta buku tabungan BCA, Mandiri dan BNI beserta ATM dirampas untuk dimusnahkan.

Ironisnya, Terdakwa Viki diduga berhasil menipu korbannya Rp4,5 miliar dan dalam kasus sebelumnya usdah di vonis majelis hakim PN Batam selama 3,6 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Viki alias Kiki dengan pidana penjaraselama 5 dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.” kata JPU melalui sidang virtual beberapa waktu lalu.

Seberlumnya, Terbujuk rayu terdakwa Viki alias Kiki, Para korban investasi bodong berkedok investasi di Money Chenger berhasil raup uang Rp.4,5 miliar.

Parahnya, Dipersidangan Terdakwa Viki merupakan resedivis yang baru menghirup udara segar, dimana sebelumnya divonis 3,5 tahun penjara. Hal ini terungkap dipersidangan dalam agenda pemeriksaan terdakwa oleh JPU penganti Mega Tri Atuti.Kamis(21/01) di PN batam.

Ironisnya. Dipemeriksaan terdakwa, Viki sebagai terdakwa malah mengaku korbannya telah meraup untung dan telah mengembalikan uang korban 200 juta dari 4,5 miliar yang telah diduga ditipunya kepada korban.

Salah seorang saksi Faris mengaku mengalami kerugian lebih kurang Rp600 juta jika dirupiahkan dan uang tersebut sesuai perjanjian tidak tertulisnya hanya menerima 1,5 juta setiap bulannya.

“Perjanjanjian secara tidak tertulis tidak ada yang mulia, hanya lisan saja dan lebih kurang 600 juta kerugiannya,” Kata Faris melalui sidang virtual.

Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga bernama ibu Kabe, Ia mengatakan, duitnya yang diinvestasikan terhadap terdakwa merupakan persiapan anaknya untuk melamjutkan pendidikan kejejnjang lebih tinggi, namun habis masuk investasi bodong terdakwa.

“Moga ini jadi pengalaman saya, agar tidak terulang lagi dimasa mendatang,”ujarnya.

Diketahui, Sekira bulan Juni 2020 terdakwa Viki alias Kiki berkenalan saksi korban sering menukarkan uang asing di Money Changer PT. Katomas Prima beralamat di Komplek Bumi Indah blok I / 28 RT 002 RW 002 Kel.Lubuk Baja Kota Kec.Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepri.

Bahwa pembelian Dollar Singapura tersebut saksi korban mentranfer uang kepada terdakwa atau langsung kepada orang yang akan menjual dolar Singapura berdasarkan informasi dari terdakwa kepada saksi korban.

Kemudian uang dolar Singapura tersebut disimpan oleh terdakwa, disaat saksi korban membutuhkan dollar singapura tersebut untuk pembayaran barang yang dibelinya di Singapura kemudian saksi korban menghubungi terdakwa untuk mengirimkan uang tersebut melalui money changer PT. Niaga Lestari.

Dan setelah dilakukan pembayaran oleh terdakwa ternyata terdapat sisa uang saksi korban maka saksi korban minta agar uang tersebut disimpan oleh terdakwa.

Bahwa untuk pembelian dolar Singapura tersebut selain mengirimkan uang secara langsung kepada terdakwa, saksi korban juga mengirimkan uang langsung kepada orang-orang yang akan menjual dolar tersebut kepada terdakwa.

Bahwa terhadap uang dolar singapura milik saksi korban yang disimpan oleh terdakwa, juga diberikan keuntungan oleh terdakwa kepada saksi korban.

Bahwa rincian pengiriman uang yang dilakukan oleh saksi korban kepada terdakwa ataupun nama-nama yang disebutkan oleh terdakwa serta keuntungan yang diperoleh oleh saksi korban dari terdakwa adalah sebagai berikut :

Kasih uang secara cash sebesar S$7.950 kepada terdakwa

Bahwa uang saksi korban yang ada pada terdakwa yang diperintahkan oleh saksi korban untuk pembayaran pembelian barang adalah dalam bentuk rupiah adalah Rp.222.000.000,- dan dalam bentuk dolar singapura adalah SGD 1.705.944,,-.

Bila dihitung dalam nilai rupiah adalah Rp.17.230.034.400,- sehingga total keseluruhan uang saksi korban yang telah digunakan atas perintah dari saksi korban adalah Rp.17.452.034.400,-

Bahwa pada tanggal 15 Juni 2020 saksi korban meminta uangnya yang masih ada pada terdakwa, akan tetapi terdakwa sudah melarikan diri dan tidak berada di Batam lagi karena uang milik saksi korban tersebut sudah digunakan oleh terdakwa untuk kepentingan pribadinya tanpa seizin dari saksi korban;;

Bahwa jumlah uang saksi korban yang telah digunakan oleh terdakwa tanpa seizin dari saksi korban adalah jumlah uang saksi korban yang ada pada terdakwa Rp.21.962.360.900,- dikurangi dengan pengeluaran atas perintah saksi korban Rp.17.452.034.400,- adalah Rp.4.510.326.500,-.

Bahwa akibat dari perbautan terdakwa yang telah menggunakan uang saksi korban tanpa seiizin dari saksi korban telah mengakibatkan saksi korban mengalami kerugian setidak-tidaknya berjulah Rp.4.510.326.500,

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY