Perang Dagang, Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg Rugi Rp40 Triliun

0
176
Mark Zuckerberg

RASIO.CO, Jakarta – Saham-saham Amerika Serikat di bursa saham Wall Street berguguran pada penutupan perdagangan Senin (Selasa, 6 Agustus 2019 pagi WIB). Rontoknya bursa yang dipicu perang dagang AS-Cina ini membuat 500 orang terkaya di dunia kehilangan 2,1 persen dari kekayaan bersih mereka, termasuk bos Facebook Mark Zuckerberg.

Sebanyak 21 orang terkaya dalam daftar Bloomberg Billionaires Index kehilangan US$ 1 miliar atau Rp14 triliun dalam sehari karena investor bereaksi terhadap meningkatnya tensi perang dagang antara AS dan Cina. Pendiri Amazon.com Inc., Jeff Bezos, mengalami penurunan terbesar, yakni senilai US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp48 triliun karena saham pengecer online Amazon jatuh.

Di posisi kedua ada orang terkaya baru, yakni CEO LVMH Bernard Arnault dari Perancis. Produsen aneka merek luxury ini kehilangan US$ 3,25 miliar atau sekitar Rp 45,5 triliun. Adapun di posisi ketiga ada CEO Facebook Mark Zuckerberg yang juga kehilangan US$ 2,8 miliar (Rp 39,2 triliun) dalam sehari.

Kerugian ini merupakan pembalikan tiba-tiba bagi orang terkaya di dunia, yang hingga hari ini telah mengalami keuntungan tetap. Pasukan lain juga telah mengikis kekayaan dalam beberapa pekan terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 767,27 poin atau 2,90 persen, menjadi berakhir di 25.717,74 poin. Indeks S&P 500 berkurang 87,31 poin atau 2,98 persen, menjadi ditutup di 2.844,74 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir jatuh 278,03 poin atau 3,47 persen, menjadi 7.726,04 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 jatuh, dengan sektor teknologi dan layanan komunikasi memimpin penurunan. Semua perusahaan komponen Dow diperdagangkan di wilayah merah dengan Apple merosot 5,23 persen dan memimpin kerugian.

Aksi jual pasar dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar bahwa perang dagang perdagangan antara Amerika Serikat dan China bisa semakin meningkat. Trump mencuit pada Kamis pekan lalu bahwa ia akan menempatkan tarif tambahan 10 persen pada sisa US$ 300 miliar impor barang China mulai pada 1 September.

Beberapa asosiasi industri AS telah menyuarakan penentangan mereka terhadap rencana Gedung Putih untuk memberlakukan lebih banyak tarif. Mereka beralasan bahwa perang dagang seperti itu tidak akan memfasilitasi negosiasi tetapi hanya merugikan warga Amerika.

***

Sumber : Tempo.co

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY