Perempuan Kepri Ikuti Pelatihan Membatik

0
253

RASIO.CO, Batam – Untuk peningkatan life skill terhadap perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri menggelar pelatihan membatik, di Hotel Best Western Premier (BWP) Panbil, pada Senin (17/2).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri, Misni, mengatakan kegiatan ini untuk Peningkatan life skill terhadap perempuan khusus untuk kegiatan membatik.

“Kegiatan ini kita laksanakan selama tiga hari berturut-turut dan diikuti sebanyak 50 orang peserta,” ujar Misni.

Pelatihan membatik ini adalah kegiatan pertama dari kami, nantinya bakal ada lagi beberapa pelatihan lainnya yang akan kita buat, yakni pelatihan life skill untuk peningkatan kapasitas perempuan Kepri.

“Kegiatan ini kita harapkan meningkatkan keterampilan perempuan setelah mereka memiliki skill pengetahuan membatik mereka bisa mengembangkan apa yang di dapat setelah dari kegiatan ini,” ungkapnya.

“Setelah ini kita harapakan mereka memiliki nilai ekonomi, artinya memiliki pendapatan dari kegiatan yang kita laksanakan,” jelas Misni.

Karena salah satunya indikator untuk mengukur pemberdayaan pembangunan perempuan adalah indeks pemberdayaan gender.

“Bagaimana perempuan bisa berkontribusi dalam pendapatan, salah satunya adalah kita meningkatkan kapasitas yang kebetulan Batam daerah wisata yang sering di kunjungi turis sehingga Batik mempunyai daya tarik untuk para turis ketika berkunjung di kota Batam,” tegasnya.

Tentu batik adalah salah satu daya tarik yang bisa dijual kepada wisatawan yang datang ke Batam. Hal itu juga sejalan dengan yang dikembangkan oleh Deskranasda Kota Batam, Marlina Agustina Rudi.

Misni menambahkan, Batik yang akan diajarkan kepada pelatih ini nantinya bervariasi, salah satunya adalah lebih kepada batik ikan Marlin. Yang terpenting adalah bagaimana peserta yang dilatih itu memahaminya.

“Setelah pelatihan itu nantinya peserta akan diberikan alat pelatihan untuk membatik, yakni secara kelompok. Agar tetap bisa mengembangkan ilmunya dan akan dibina oleh para ahlinya,” tambah Misni.

Perempuan harus bisa mandiri, agar tidak menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, yakni perempuan harus berperan dalam membagi ekonomi keluarga, tutupnya.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY