Perusahaan YMP Bantah Packing Ulang Produk Kedaluarsa

0
723
Kuasa Hukum PT. Yafindo Mitra Permata (PT YMP) Tantimin SH, MH yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam membantah perusahaan packing ulang produk yang diduga sudah kedaluarsa untuk di jual kembali.

RASIO.CO, Batam – Kuasa Hukum PT. Yafindo Mitra Permata (PT YMP) Tantimin SH, MH yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam membantah perusahaan packing ulang produk yang diduga sudah kedaluarsa untuk di jual kembali.

Hal ini dilakukannya karena adanya isu di masyarakat berkembang atas pemberitaan mediaonline di batam bahwa perusahaan diduga telah melakukan packing ulang produk kedaluarsa sehingga berdampak buruk terhadap perusahaan.

Tantimin SH, MH yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam mengatakan, PT Yafindo Mitra Permata (PT YMP) tidak ada melakukan packing ulang produk kedaluarsa, hanya produk yang masih layak konsumsi dilakukan packing ulang dan produk tersebut dilakukan packing ulang karena bungkusan rusak, namun tidak kedaluarsa.

“Adanya desas-desus perusahaan melakukan packing ulang produk kedaluarsa, sangat merugikan perusahaan sehingga kami perlu meluruskan agar hal tersebut tidak meluas,”

“Selain itu instansi pemerintah sudah datang croscek keperusahaan dan tidak ada ditemukan, sehingga kami perlu melakukan konfrensi pers agar tidak membuat masyarakat resah,” Ujar Tantimin SH, MH Kuasa Hukum PT. YMP dibatamcentre. Senin(22/06).

Sementara itu, HRD PT YMP, Fani Panjaitan mengatakan, awalnya ini muncul ketika salah seorang karyawan perusahaan ini (DK) diberhentikan bekerja akibat melakukan pencurian. Dan DK akhirnya kami pecat. Namun hak-haknya kami berikan sesuai aturan, apalagi di masa pademi covid-19.

“Karena tidak bekerja lagi, DK menyebarkan berita dan memberikan foto dan video ini ke media. Dan pengambilan foto atau video itu, ketika kami cek CCTv. DK menggambil video ketika mempacking produk makanan,” ujar Fani Panjaitan.

“Produk makanan itu masih bagus, sehingga di peking kembali sedangkan yang kedaluarsa dipisahkan untuk dimusnahkan,” tuturnya.

lanjutnya, ada produk makanan itu yang sudah tidak bisa lagi di pakai. Tetapi itu dipisahkan, sedangkan yang rusak dan masih layak konsumssi packing ulang karena barang masih bagus. seperti plastiknya robek. Jadi dipeking kembali, karena kategori barang bagus.

“Prosuk kedaluarsa dipisahkan untuk dimusnahkan sedangkan kemasan yang rusak tetapi masih layak atau belum kedaluarsa diganti packing karena kami kan Distributor Makanan dan minuman serta dipasarkan lagi,”jelasnya.

Wacananya, terhadap mantan pekerja DK akan kami ambil langkah hukum karena sudah menyebarkan dengan sengaja.

“Kami sudah jelas mengetahuinya, dan mendengarkan bicaranya saat mengambil vidio. Jadi sekali lagi kami sampaikan, bahwa tidak benar perusahaan ini packing ulang produk kedaluarsa,” pungkasnya.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY