Ingkar Janji, Kapal MV Shahraz Digugat di PN Batam

0
398
foto/ist

RASIO.CO, Batam – Kapal Cargo MV. Shahraz berbendera Iran melalui perwakilannya di Batam yakni PT. NMS digugat di Pengadilan Negeri Batam, Hal tersebut dijelaskan oleh Kuasa Hukum Penggugat Risman R. Siregar, S.H di Pengadilan Negeri Batam, Kamis(14/07).

Kami telah mendaftarkan gugatan tersebut pada tanggal 15/06/2021 dengan Register perkara No. 185/Pdt.G/2021/PN. Btm, dalam hal ini kami sangat menyayangkan bahwa  sampai hari ini Pihak Tergugat tidak hadir dipersidangan padahal sudah masuk tahap pembuktian.

Diketahui, Kapal Cargo pengangkut kontainer berbendera Iran MV. Shahraz kandas di perairan Batu Berhenti, Pulau Sambu, Kota Batam, Kepuluaan Riau, Indonesia, kapal tersebut berangkat dari Malaysia tujuannya ke Singhai China, namun sampai diperaian Indonesia.

Dua kapal kargo Shahraz dan MV Samudra Sakti 1 yang melintasi perairan Batu Berhenti Sambu, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kandas. Belum dikerahui apa penyebabnya, namun informasi yang didapat kejadian ini terjadi sekitar pukul 02.32 WIB, Senin (11/5/2020) dini hari tadi. 

Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas A Tanjungpinang Mu’min membenarkan kejadian tersebut. Dan hingga saat ini proses evakuasi sedang dilakukan yang berkoordinasi dengan unsur-unsur KSOP Batam, Bakamla, Polair Polda Kepri, VTS Batam dan PLP Tanjung Uban. 

salah satunya berbendera Iran, yakni kapal Sharaz yang merupakan kapal kargo dengan IMO 9349576 dan MMSI 422031500. Kapal ini juga memiliki data callsign EPBR2, Length/Beam 300/40 m serta current draught 14.6 m.

Kata Risman ketika diwawancarai di PN Batam, dalam salah satu Point Gugatan, kami meminta kepada Majelis Hakim agar nantinya Kapal Cargo bernama MV. Shahraz di letakkan sita jaminan atas hutang yang sampai saat ini belum dibayar oleh Pihak pemilik kapal MV. Shahraz melalui perwakilannya di Batam yakni PT. NMS, tak hanya itu saja, kata Risman dalam minggu ini kita juga akan mengirimkan surat permohonan kepada Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai Karimun agar kapal tersebut didak diberikan ijin untuk berlayar.

“Tadi sidang menyerahkan bukti-bukti tetapi pihak tergugat tidak hadir,” Kata Risman Siregar usai persidangan di PN Batam. Jumat(16/07).

Risman mengatakan, Perkara gugatan berawal dari tidak adanya perjanjian 1 set sewa tagboad(oil barge) bernama Golden Flower untuk pengangkutan limbah kapal MV. Shahraz di perairan Batu Berhenti, Sambu, Batam.

Awalnya ada perjanjian Januari 2021berjalan lancar di bulan pertama ditahun 2021 dan 1 set tagboad dipergunakan diperairan batam dan dumai. Pembayaran sewa pertama lancar , Namun kedua pembayaran macet.

“Pihak tergugat pernah berjanji akan bayar tetapi kembali cidera janji sehingga kami mengalami kerugian materil  1,3 miliar,” Risman.

Dalam petitumnya, Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya, Menyatakan sah perjanjian sewa menyewa tugboad dan oil barge tertanggal 05 Januari 2021 antara tergugat dan pengguat.

Menyatakan tergugat melakukan perbuatan wanprestasi, menghukum tergugat untuk membayar kerugian materil kepada penggugat Rp.1.306.666.667,.

Menghukum tergugar untuk membayar kerugian Imateril, menghukum tergugat membayar uang paksa kepada penggugat.

“Kami juga berharap pihak KSOP tidak melepaskan kapal sebelum perkara hukum selesai di pengadilan karena perkara masih berjalan,” harap Risman.

Diektahui, Kapal jenis kargo MV Sharaz mengalami kandas di Selat Batu Berhenti, Pulau Sambu, Batam, Kepri sejak(11/05) lalu.

adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY