Petani Tambak Budidaya Sehat Maju Jadi Pilot Projek

0
155

RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga, Muhammad Nizar memberikan apresiasi atas keberhasilan Kelompok Budidaya Sehat Maju, dalam mengelola tambak udang Vanamei, di Desa Sedamai, Singkep Pesisir,  Lingga. Kamis (15/07) kemarin.

“Mereka cukup mandiri karena hanya sekali saja dikasih bantuan bibit oleh pemerintah daerah, selebihnya mereka mandiri,” kata Bupati Lingga, Muhammad Nizar bersama Ketua DPRD Lingga, Ahmad Nasiruddin, saat meninjau langsung lokasi tambak di Desa Sedamai.

Bupati Lingga menyampaikan, kelompok tambak ini dinilai cukup berhasil, karena setelah dibantu pemerintah dari pembukan lahan tambak, peralatan, hingga bibit dan pakan.

Kemudian, tambak yang dikelola oleh 8 orang ini tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah daerah, khususnya dari Dinas Perikanan.

Namun sejauh ini, jelas Bupati Lingga, mereka telah berhasil panen untuk kedua kali, dan kini menunggu untuk panen ketiga, dan pada panen kedua kemarin, juga sempat dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Lingga.

“Untuk panen parsial sudah sering kali dilakukan, dan ini menunggu panen ketiga, bibit udang pun sudah besar,” terangnya.

Untuk meningkatkan hasil panen, lanjut Nizar, para petani tambak ini juga berharap kepada Bupati Lingga, dapat memanfaatkan kolam pembuangan air disebelah tambak, harapan itupun ditanggapi serius dan akan segera didiskusikan dengan Dinas Perikanan.

“Kita akan usaha untuk mereka, untuk sementara ini mereka butuh alas terpal dan mesin kincir air, kita akan komunikasikan dengan dinas terkait,” paparnya.

Nizar mengatakan, pemerintah akan menjadikan Kelompok Budidaya Sehat Maju, sebagai pilot projek keberhasilan tambak, dibandingkan desa lain yang suda mendapatkan bantuan bibit dan pakan sebanyak dua kali dari pemerintah daerah, tetapi belum menunjukkan hasil sesuai harapan.

“Kami pemerintah menginginkan mereka bisa mandiri setelah dibantu, mudah-mudahan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan luas tambak 35 x 35 meter, tambah Nizar, dari panen yang telah mereka hasilkan tersebut, kelompok ini bisa membeli mesin genset sendiri, sebagai alternatif ketika aliran listrik PLN mati, selain itu, kebutuhan pakan juga terakomodir.

“Panen pertama mereka dapat 1 juta perorangan, panen kedua dapat 3 juta perorangan, tentunya Ini peningkatan yang cukup signifikan, dan mereka sudah mandiri,” tutupnya.

Puspan@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY