PGI Prihatin dengan Ucapan UAS tapi Tak Setuju Dibawa ke Pidana

0
76
Ustaz Abdul Somad

RASIO.CO, Jakarta – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyatakan prihatin atas ucapan Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam ceramah mengenai salib. Namun, PGI tak setuju jika masalah ini dibawa ke ranah hukum.

“Masih ada pimpinan agama, apalagi sekelas UAS, yang menyampaikan isi khotbah sedemikian,” kata Sekretaris Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom, Senin (19/8).

Gomar Gultom menegaskan, iman umat Kristen tidak akan terganggu dengan isi khotbah tersebut. Dia menilai kebenaran kristus dan makna salib tidak berkurang dengan isi pidato yang diklaim UAS adalah ceramah 3 tahun lalu itu.

Meski begitu, Gomar Gultom tidak sependapat jika ceramah UAS dibawa ke ranah hukum. Sebab, dia menilai ini hanya masalah etika dan ketidakpatutan.

Dia juga menganggap agama Kristen tak sedikitpun ternodai dengan pidato itu.

“Oleh karenanya saya tidak sependapat dengan diajukannya delik pidana penodaan agama kepada UAS,” kata dia.

Selain itu, Gomar mengatakan PGI justru mengajak masyarakat dan pemerintah untuk meninjau ulang regulasi terkait penodaan agama. Ia menganggap delik itu sudah tidak zaman. Contohnya, kata dia, seperti negara-negara OKI yang sudah mendeklarasikan mencabutnya dari sistem perundang-undangan.

“Saya meminta parlemen kita, yang sedang membahas RKUHP, untuk mengeluarkan pasal-pasal penodaan agama dari draft yang ada,” katanya.

PGI pun mengimbau dan meminta kepada umat Kristen untuk tidak terpancing dan tersulut emosi terkait ceramah Abdul Somad.

Gomar Gultom mengatakan, sebaiknya yang merasa kecewa dengan isi pidato tersebut, menjelaskan makna salib kepada UAS dan pengikutnya seraya menyampaikan kasih Kristus.

Sementara itu, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mendesak aparat penegak hukum atau polisi menindak tegas UAS atas ceramahnya yang dinilai memprovokasi sikap saling membenci antaragama di Indonesia.

“Kami meminta kepada penegak hukum untuk bertindak tegas,” kata Ketua GMIT, Pendeta Merry Kolimon, Selasa (20/8).

Menurut dia, Salib dalam iman Kristen, menurut dia, adalah lambang solidaritas Allah dengan manusia yang berdosa. Pada salib itu Yesus Kristus mengajarkan mengampuni mereka yang tidak tahu apa yang diperbuatnya.

Merry pun mengajak umat untuk berdoa bagi kerukunan dan solidaritas anak-anak bangsa, terutama saat merayakan Kemerdekaan RI ke-74, dengan selalu menjaga ketertiban, keamanan, dan perdamaian bangsa.

***

LEAVE A REPLY