PH Apresiasi Kalapas Terkait Status Erlina Bebas Demi Hukum

Status Erlina Tahanan Baru dan Dalam Masa Karantina di Lapas Perempuan Baloi

4413

RASIO.CO, Batam – Penasehat Hukum(PH) terdakwa Erlina, Manuel P Tampubolon mengapresiasi Kepala Lapas Perempuan kelas II B Baloi, Batam membebaskan stutus Erlina bebas demi hukum Akibat perpanjangan penahanan Pengadilan Batam melanggar KUHAP.

Walaupun akhirnya, Terdakwa Erlina kembali di tahan dengan status sebagai tahanan baru dan saat ini dalam masa karantina serta tak dapat dibesuk selama 7 hari di Lapas Perempuan kelas II B Baloi.

Erlina dibebaskan Kalapas “Bebas Demi Hukum” pada Rabu(14/11) malam sekira pukul 18.30 WIB, dan langsung diboyong pegawai Lapas untuk diserahkan terhadap KPN Batam serta hakim dan panitera.

Terdakwa Erlina dibebaskan demi hukum karena PN Batam hanya mengeluarkan surat permohonan perpanjangan penahanan yang berulang kali melakukan perbaikan ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang dikirim Panitera melalui WA.

Namun, ketika pegawai Lapas mengantar terdakwa Erlina ke PN Batam didampingi PHnya Manuel P Tampubolon, Kepala Pengadilan Batam, Syahlan, melalui hakim Mangapul Manalu menolak serta beralasan perpanjangan penahanan terdakwa Erlina sudah ada. Dan akan diusakan keluar penetapan dari PT Pekanbaru secepatnya malam ini juga.

Akhirnya, Erlina diboyong kembali ke Lapas Perempuan Baloi sekira pukul 21.00 WIB, tetapi aneh surat pengantar dan penetapan digesa keluar tengah malam sekira pukul 23.50 WIB yang diantar langsung oleh Panitera Penganti. dan pengawai Lapas menyerahkan surat Penetapan perpanjangan penahanan terdakwa kepada PHnya..

Ironisnya, surat Pengantar Pengadilan Tinggi Pekanbaru no.W4.U/3902/HK.01XI/2018 tertulis Penetapan Ketua PT Pekanbaru tentang Perbaikan Perpanjangan Penahanan atas nama terdakwa Erlina.

Dan Penetapan yang diperbaiki tetanggal 12 Oktober 2018 dan tertanggal 13 November 2018 kami tarik kembali dan tidak berlaku lagi, namun ditandatangani Plt Panitera PT Pekanbaru Panitera Muda Perdata,Ratnayani.SH, MH.

“Sikap kalapas benar bebaskan terdakwa bebas demi hukum karena keluarnya perbaikan surat penetapan PT. Pekanbaru yang kami terima pada pukul 00.00 WIB,” Kata Manuel P Tampubolon. Jumat(16/11).

Sementara itu, Suami Korban Hendry saat dijumpai awak media terkait status Erlina saat ini, mengatakan, ketika dirinya bersama keluarga akan membesuk Istrinya Erlina, salah seorang petugas Lapas Perempuan menyampaikan bahwa Erlina saat ini tidak bisa dibesuk karena masih dalam proses karantina seperti tahanan baru lagi.

“Erlina tidak bisa dibesuk karena karantina satu minggu, statusnya kemarin sudah bebas demi hukum dan kamis depan sudah bisa dibesuk,” kata Hendry menirukan ungkapan salah seorang pengawai lapas. Jumat(16/11)siang ini.

Sementara itu, PH Manuel P Tampubolon kembali menimpali terkait kasus kliennya yang terasa aneh terkait surat pengantar dan penetapan yang diperbaiki perpanjangan penahanannya terdakwa yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi Pekanbaru tanggal 14 November 2018 dan ditandatangani oleh Ratnayani.SH, MH.

Dimana, penetapan yang diperbaiki tertanggal 12 Oktober 2018 dan tertanggal 13 November 2018 ditarik kembali dan tidakberlaku lagi, dimana sebelumnya terjadi tiga kali perbaikan terkait status terdakwa Erlina perempuan berubah jadi lelaki serta kebangsaan perempuan dan tahanan 31 melanggar KUHAP.

Persoalan yang timbul sampai dimana kewenangan seorang Panitera Muda Perdata Pengadilan Tinggi Pekanbaru, bisa mengeluarkan dan mencabut surat penetapan perpanjangan penahanan seorang terdakwa yang sudah ditandatangani Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru?.

APRI@www.rasio.co //

Berikan komentar anda