PH Eksepsi, Jaksa Dakwa Abi Cs Penadahan

0
230

RASIO.CO, Batam – Sidang Praperadilan sedang bergulir, namun sidang perkara pidana terdakwa Usman alias Abi dan Umar digesa siding perdana di Pengadilan Negeri(PN) Batam. Rabu(23/06).

Sidang perdana dipimpin majelis hakim ketua,  Sri Endang Amperawati NIngsih, S.H, M.H didampingi hakim anggota Dwi Nuramanu, S.H,M.hum dan David P Sitorus, S.H, M.H agenda pembacaan dakwaan.

Kedua terdakwa di dakwa Pasal 480 ke-1 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Dan Subsidair Pasal 480 ke-2 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam dakwaan JPU, melalui kuasa hukum kedua terdakwa Nasib Siahaan, S.H, M.H dan H. Syahrizal Effendi Damanik, S.H, M.H keberatan(Esepsi) dan selain itu kedua kuasa hukum bearu menerima dakwaan.

“Yang mulia kami belum menerima BAB klien kami dari JPU dan dakwaan baru kami terima,”

“Mohon printahkan JPU agar BAP kami dapat agar dapat membuat eksepsi terdakwa,” Kata H. Syahrizal Effendi Damanik, S.H, M.H didampingi Nasib Siahaan, S.H secara virtual di Kejari Batam.

Majelis hakim ketua Sri Endang Amperawati NIngsih, S.H, M.H meminta JPU bekerja sama memberikan untuk kelancaran sidang dan sekaligus mengagendakan siding dua kali sepekan.

Sementara itu JPU Wahyu Oktaviandi, S.H dan Karyo So Immanuel gort, S.H membacakan dakwaan menyampaikan, Sekira tahun 2018 saksi Kasidi alias Ahok sebagai Direktur PT. Karya Sumber Daya membeli 4 unit Crane Noell.

Keempat dibeli saksi Ahok dari Mohammad Jasa Abdullah selaku Direktur Jasib Shipyard & Engineering (M) SDN BHD sesuai Sales Agreement No.035/KSD-BTM/VIII/2018 dengan bukti pembelian seharga Rp15.675.000.000,-.

Lanjut JPU, Pembayaran lunas pada tanggal 24 September 2018 berdasar Invoice No.09-JSE/PTKSD/1QC/P1 tanggal 26 Agustus 2018 yang dikeluarkan oleh Jasib Shipyard & Engineering (M) SDN BHD.

4 unit crane noell dikirim ke gudang lokasi pemotongan milik PT. Ecogreen Oleochemicals (menjadi potongan besi scrap.

Selanjutnya pada tanggal 05 April 2019 Mohammad Jasa Abdullah menugaskan Saksi Saw Tun Als Alamsah Als Alam menunjuk Saksi Dedy Supriadi Als Dedy.

Dan Saksi Dwi Buddy Santoso Als Dwi Als Buddy untuk melakukan pekerjaan pemotongan terhadap crane noell tersebut, Sekaligus saksi Saw Tun ditugaskan mengawasi proses pemotongan.

Sedangkan Saksi Ahok selaku pemilik besi scrap noell secara lisan menunjuk Saksi Yanto Als Tutung selaku pekerja lepas untuk mengawasi proses pekerjaan pemotongan, kegiatan pemuatan barang dan membuat surat jalan.

Pertengahan bulan April 2019 sekira pukul 09.00 Wib di gudang PT. Ecogreen Oleocimicals Saksi Saw Tun dan Saksi Dedy Supriadi bertanya kepada Saksi Purwanto sebagai orang yang dipekerjakan.

 “apakah ada yang mau beli scrap ?” dijawab Saksi Purwanto “ada, saya telpon dulu”, selanjutnya pada tanggal 20 April 2019 Saksi Purwanto menemui Saksi Haryono mengatakan “ada yang mau jual besi scrap di gudang PT. Ecogreen Oleochemicalss”.

Tanggal 24 April 2019 sekira pukul 19.00 Wib Saksi Haryono menemui Saksi Sunardi Als Nardi selaku Direktur PT. Royal Standar Royal Utama dan mengatakan “itu ada teman saya memberi info, ada temannya yang mau jual scrap”.

Saksi Purwanto dipertemukan dengan Saksi Dedy Supriadi dan Saksi Saw Tun untuk membicarakan penjualan besi scrap crane noel.

Saksi Sunardi Als Nardi, Saksi Dedy Supriadi dan Saksi Saw Tun sepakat bahwa harga besi scrap crane noell sebanyak 100 ton adalah R[p. 440.000.000,-.

Pembayarannya melalui transfer ke rekening BNI nomor 0450683527 atas nama Saksi Dedy Supriadi Als Dedi, pengangkutan besi akan dilakukan ke tujuan ke gudang PT. Royal Standar Utama milik Saksi Sunardi Als Nardi.


Bahwa pada hari Jumat tanggal 26 April 2019 sekira pukul 09.00 Wib di gudang PT. Bie Loga Terdakwa 2. Umar selaku Direktur Utama PT. Bie Loga ditemui Saksi Sunardi Als Nardi mengatakan bahwa “ada yang mau menjual 100 ton besi scrap di PT. Ecogreen Oleochemicals dengan harga Rp. 4.400,- .

ditambah Rp. 100,- per kilo sebagai fee perantara, pembayarannya ditransfer ke rekening BNI nomor 0450683527 atas nama Saksi Dedy Supriadi Als Dedi”.

Terdakwa 2 diminta menyediakan 4 lori untuk mengangkut besi scrap. Setelah Saksi Sunardi Als Nardi meninggalkan PT. Bie Loga.

Lalu, Terdakwa Umar menghubungi Terdakwa Abi dan disepakati membeli barang yang ditawarkan. Kemudian Terdakwa Umar memerintahkan 4 orang sopir ke PT. Ecogreen Oleochemicals untuk mengangkut besi scrap crane noel.

Bahwa setelah diberitahu nomor rekening Saksi Dedy Supriadi oleh Saksi Sunardi Als Nardi melaui Whatsapp, Terdakwa Abi memerintahkan Saksi Lim Lee Hun mentransfer uang sebesar Rp. 440.000.000,- .ke rekening Saksi Dedy Supriadi.

Saksi Kasidi Als Ahok datang ke gudang PT. Ecogreen Oleochemicals untuk melihat pemotongan crane noell bertemu Saksi Dedy Supriadi dan bertanya “Apakah pemotongan berjalan dengan lancar dan jangan sampai barang keluar dari sini”.

Saksi Dedy Supriadi “pemotongan berjalan lancar dan tidak mungkin barang-barang saya keluarkan dari sini”. Kemudian Saksi Kasidi Als Ahok berkata “Pak Dedy, besi crane ini jangan ada keluar dari siniBahwa selanjutnya sekira pukul 11.00 Wib setelah Saksi Kasidi alias Ahok meninggalkan gudang PT. Ecogreen Oleochemicals, Saksi Sunardi Als Nardi bersama dengan keempat orang sopir beserta 4 (empat) mobil Truk/Lori datang ke gudang PT. Ecogreen Oleochemicals menemui Saksi Dedy Supriadi.

Kemudian Saksi Sunardi Als Nardi, Saksi Dedy Supriadi, Saksi Dwi Buddy Santoso dan Saksi Saw Tun melakukan proses muat barang potongan besi scrap noell milik Saksi Kasidi Als Ahok ke dalam 4 unit mobil lori milik PT. Bie Loga.

Saat 2 unit mobil lori yang terakhir hendak keluar dari gudang PT. Ecogreen Oleochemicals, Saksi Minggu Sumarsono, SH selaku kuasa hukum dari Saksi Kasidi Als Ahok datang ke lokasi PT. Ecogreen Oleochemicals melarang 2 unit mobil lori tersebut keluar.

Dan mengatakan kepada Saksi Dedy Supriadi,  bahwa potongan besi scrap noell yang dimuat di mobil lori adalah milik Saksi Kasidi Als Ahok sambil memperlihatkan dokumen perjanjian jual beli.

Bahwa sesampainya di gudang PT. Bie Loga, tanpa mengecek surat Gate Pass Out tujuan pengiriman dan tanpa pula mengecek bukti kepemilikan barang, Terdakwa 2 menimbang besi scrap kemudian membuat Purchase Transaction No. PC 19045008 tanggal 26 April 2019, Purchase Transaction No. PC 19045017 tanggal 26 April 2019, Purchase Transaction No. PC 19045025 tanggal 26 April 2019 dan Purchase Transaction No. PC 19045027 tanggal 26 April 2019 serta Nota PT. BIELOGA Nomor 47858 tanggal 02 Mei 2019.——————————————————————–
Bahwa pada hari Sabtu tanggal 27 April 2019 di kantor PT. Bie Loga Saksi Minggu Sumarsono, SH selaku kuasa hukum Saksi Kasidi Als Ahok menyampaikan Surat Pemberitahuan kepada Terdakwa 1 yang diterima dan tanda terima surat ditandatangani langsung oleh Terdakwa 1.

Surat tersebut berisi pemberitahuan keberatan atas pengambilan potongan besi scrap noell milik Saksi Kasidi Als Ahok.

Bahwa seharusnya dengan adanya pemberitahuan lisan maupun tertulis dari kuasa hukum pemilik barang tersebut Terdakwa 1, Terdakwa 2 dan Saksi Sunardi Als. Nardi membatalkan pembelian maupun penjualan besi scrap noell dimaksud.

Karena sudah secara nyata diketahui bahwa besi yang dibeli bukanlah milik Saksi Dedy Supriadi, Saksi Dwi Buddy Santoso dan Saksi Saw Tun (telah diputus dan mempunyai kekuatan hukum tetap sebagai terpidana pencurian besi scrap milik Saksi Kasidi Als Ahok berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Batam No. 170/Pid.B/2020/PN Btm yang dikuatkan dengan Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru No.334/PID.SUS/2020/PT PBR.

adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY