Polda Jabar Tangkap Ustaz Rahmat Baequni

0
288
Rahmat Baequni. (F: Instagram rahmatbaequni)

RASIO.CO, Bandung – Kepolisian Daerah (Polda)  Jawa Barat (Jabar) menangkap  Rahmat Baequni, ustaz yang belakangan populer di media sosial lantaran menuduh desain Masjid Al Safar di Bandung mengandung unsur dibuat Illuminati. Namun, penangkapan ini diduga kuat terkait berita bohong atau hoax tentang petugas KPPS yang meninggal dunia karena diracun.

“Ya (ditangkap). Artinya kan gini, kita sudah menerima berkas dari Mabes Polri sudah beberapa hari yang lalu. Kita sudah gelar perkara dan sekarang ada di Polda Jabar oleh tim penyidik Dirkrimsus,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Trunoyudho Wisnu Andiko di kantornya, Jumat (21/06) seperti dikutip dari BBC Indonesia.

“Ini masih (diperiksa) di Krimsus. Nanti, kita press conference,” kata Trunoyudho saat ditanya kasus yang menjerat Rahmat Baequni

Ia juga menolak mengomentari kabar yang menyebutkan Baequni diperiksa polisi terkait isi ceramahnya yang menuduh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia akibat diracun.

Rahmat minta maaf

Setelah ditangkap polisi, Rahmat Baequni pun meminta maaf. Permintaan maaf itu disampaikannya melalui pesan suara yang dikirimkan orang terdekat Rahmat kepada wartawan pada Jumat (21/6/19).

“Saya meminta maaf kepada aparat kepolisian republik Indonesia dan kepada masyarakat termasuk kepada KPU, bahwa saya tidak bermaksud menyebarkan hoaks,” ucap Rahmat seperti dilansir dari Detik.

Dalam pesan suara itu, Rahmat menceritakan soal isi ceramahnya terkait KPPS meninggal diracun. Rahmat mengaku hanya mengutip informasi yang dia dapat dari media sosial.

“Saya hanya mengutip berita yang saat itu beredar di media sosial di Instagram, yang beberapa orang, semua orang pun bahkan di majelis itu juga pada mengatakan bajwa ‘iya tahu’ bahwa ada informasi seperti itu,” kata dia.

Rahmat membantah jika dirinya menyebarkan hoaks terkait isu KPPS meninggal diracun. Ia bersumpah tak bermaksud menyebarkan hoaks.

“Saya Rahmat Baequni yang selama ini menjadi viral bahwa saya dituduh menyebarkan berita hoaks tentang anggota KPPS yang saya mengatakan mereka mati diracun. Sekali lagi demi Allah saya bersumpah atas nama Allah bahwa saya tidak bermaksud menyebarkan hoaks itu,” katanya

Video Rahmat Baequni sendiri kini tengah diselidiki oleh polisi. Rahmat dalam video yang beredar menyebut ada ratusan anggota KPPS meninggal dunia akibat diracun.

Penyelidikan yang awalnya dilakukan Mabes Polri, telah dilimpahkan ke Polda Jabar karena lokasi ceramah dilakukan di Kabupaten Bandung, Jabar.

“Sudah, kita sudah menerima pelimpahan berkas dari Mabes Polri,” kata Trunoyudho.

Nama Baequni ramai menjadi perbincangan di media sosial seiring tuduhan rancang bangun Masjid Al-Safar memuat unsur illuminati.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, selaku arsitek di balik rancangan masjid tersebut bahkan berupaya menjelaskan kepada publik terkait polemik desain masjid itu dengan mengikuti diskusi umum di Kota Bandung, pada 10 Juni 2019 lalu.

***

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY