Polemik Putusan Bebas Yong Toni kembali Dijerat Kasus Pencurian Kontainer

128

RASIO.CO, Batam -Majlis hakim Pengadilan Negeri Batam ditahun 2016 memvonis bebas Yong Toni dalam kasus dugaan penggelapan aset perusahaan bernilai milyaran .

Ironisnya, Yong Toni kembali Dijerat hukum dalam kasus dugaan pencurian 2 unit kontainer di Barelang dan saat ini tinggal menunggu tuntutan JPU.

Polemiknya , dalam kasus terdahulu Yong Toni di vonis bebas hakim, namun anehnya dalam putusan hakim BPKB alat berat dikembalikan terhadap korban tetapi alat berat serta 14 chasis dikembalikan terhadap penadah.

“Putusan hakim membingungkan dimana BPKB dikembalikan terhadap korban sedangkan alat berat dikembalikan kepada penadah dan hingga saat ini jaksa tak bisa eksekusi,” kata salah seorang yang enggan dipublis.

Selain itu, kata sumber, dalam putusan kasasi , vonis putusan terdakwa diperbaiki dimana disebut putusan lepasa atau onslag van recht.

Artinya, segala tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam surat dakwaan jaksa/penuntut umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, akan tetapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana, karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana.

Dan saat ini Yong Toni kembali tersandung kasus pencurian dua unit kontainer , dimana hari ini sidangnya tidak jadi disidangkan dalam pembacaan tuntutan JPU, namun akhirnya ditunda tanpa alasan yang jelas.”ujarnya.

Sumber mengatakan, putusan hakim tersebut terbilang berani, namun dapat juga dijadikan yurisprudensi karena terhadap kasus serupa penipuan .

Ilustrasinya  begini, BPKB mobil milik A lalu disewakan terhadap Si B, oleh si B STNK dan mobil disewakan lagi ke orang lain.

Pertanyaannya, mobil milik siapa? Bisakah mobil jadi milik Si B. Tentu tidak karena BPKB milik si A. Dan putusan hakim tersebut dijadikan sebagai pedoman bagi para hakim yang lain untuk menyelesaian suatu perkara yang sama.

“Dalam kasus ini kira2 begitu, dimana dalam putusan BPKB dikembalikan terhadap korban namun alat berat dikembalikan ke penadah , sehingga bermasalah saat perpanjangan STNK dan sampai saat ini barang tersebut disegel di batuampar,”

“parahnya oknum hakim menagani perkara Yong Tony sudah pensiun dini,”ujarnya.

Sementara itu, perkara dugaan penggelapan aset perusahaan oleh Yong Tony sampai perkara masuk kepengadilan negeri Batam tahun 2016 berujung vonis bebas terhadap terdakwa begini.

Yong Toni merupakan direktur formalitas di PT.TMB yang bergerak dibidang jasa penyewaan alat berat. Namun tampa sepengetahuan pemegang saham lainnya diduga menjual aset perusahaan PT.TMB terhadap rekan bisninya NG Paulo yang merupakan GM PT.Terminal Depo Logistik.

Berupa 18 (delapan belas) unit chasis 40 feet dan 1  (satu) unit Prime Over BP 8816 D D nomormesin RFB-111504, nomorrangka CK520 BNT 00348, merek Nissan, tahun 1993 warna kuning yang dilakukan tanpa melalui persetujuan RUPS PT tata Murdaya Bersama.

Barang-barang berupa 18 (delapan belas) unit chasis 40 feet tersebut dan 1 unit Primeover BP 8816 D tersebut merupakan kepunyaan atau aset PT Tata Murdaya Bersama.

Atau setidak-tidaknya bukan lah kepunyaan terdakwa sesuai dengan dokumen kepemilikan barang antara lain STNK dan BPKB 1 unit Primeover BP 8816 D adalah atas nama PT Tata Murdaya Bersama, sedangkan 18 unit chasis 40 feet dibeli pada tanggal 27 November 2006 di King Ley Machinery PTE LTD Singapore atas nama PT Tata Murdaya Bersama.

Yong Tony kala itu menawarkan kepada NG Paulo Chasis 40 Feet seharga Rp. 50 juta per unitnya sehingga total 18 unit chasis 40 feet ditawarkan seharga Rp900 juta.

Sedangkan 1 unit Primeover BP 8816 D ditawarkan oleh terdakwa dengan harga Rp. 150 juta. NG Paulo menyetujui untuk membelinya,

Sehingga sekitar bulan Agustus 2010 Yong Tony mengantarkan 18 unit chasis 40 feet dan 1 (satu) unit Primeover BP 8816 D tersebut dari PT Tata Murdaya Bersama dan dibawa ke PT Terminal Depo Logistik di jalan Lumba-luma nomor 1 Batu Ampat Kota Batam.

Dengan alasan untuk disewakan, padahal terdakwa menjual barang-barang tersebut. Pembayarannya dilakukan oleh NG Paulo secara bertahap.

Bergulir dipersidangan dan Majlis hakim memvonis bebas terdakwa pada agustus 2016, walaupun JPU kala itu menuntut 4 tahun penjara dan kini disidang kembali dlam kasus pencurian kontainer di Barelang, akankah bebas lagi?.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda