Polisi Bekuk Jaringan Pengedar Ekstasi dan Sabu di Batam

0
760

RASIO.CO, Batam – Jajaran Kepolsian Polda Kepri dan Polresta Barelang berhasil ungkap pemasok jaringan narkoba lintas negara dan mengamankan barang bukti 20 ribu butir pil ektasi dan 8.322 gram sabu. Senin(30/11).

Sedangkan tersangka berinisial DE, AC dan AK alias K dari lokasi berbeda serta saat ini meringku dalam sel tahanan Mapolda Kepri, dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 123 ayat (1) Undang-Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. terancam pidana mati.

Hal ini sampaikan oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan, didampingi oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, Kabid HumaS Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.dan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang Kompol Jhon Sitepu.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Darmawan, mengatakan, pengungkapan Narkotika jenis Sabu sebanyak 8 bungkus berawal dari informasi masyarakat kemudian ditindak lanjuti oleh tim opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri.

“Pada tanggal 24 November 2020, sekira jam 16.00 wib, dilakukan undercover untuk menjemput seorang tersangka Inisial DE yang membawa narkotika jenis shabu dari malaysia dengan menggunakan kapal speed boat fiber,” ungkapnya.

Saat tiba dilokasi, tim langsung melakukan penangkapan dan membawa tersangka ke perairan Laut Nongsa, Kota Batam dan disaat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 buah jerigen warna biru.

“Didalam jerigen tersebut, berisikan 5 bungkus sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merk qing shan, 2 bungkus sabu yang dibungkus dengan plastik kemasan merk Guan Yin Wang, dan 1 bungkus sabu yang dibungkus dengan lakban warna coklat dan disetiap bungkusan sabu tersebut dibalut lagi dengan pempers merk drypers,” ujar Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan.

Dari penangkapan terhadap tersangka inisial DE, kemudian tim melakukan pengembangan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka kedua berinisial AC pada hari selasa, tanggal 24 nopember 2020, sekira jam 23.00 wib di parkiran Hotel Ramayana, Nagoya, Kota Batam.

Selanjutnya, tim terus melakukan pendalaman lagi dan didapatkan satu orang berinisial A yang masih menjadi DPO.

Lanjut Darmawan menyampaikan,” Dari hasil penimbangan keseluruhan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut seberat 8.322 gram dengan dua orang tersangka Inisial DE dan AC dan hasil interogasi terhadap tersangka bahwa barang haram tersebut akan diedarkan di wilayah Surabaya dan Madura,” jelasnya.

Berikutnya, pengungkapan Narkotika jenis Ekstasi sebanyak 20.000 Butir berawal dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkotika Internasional dari Malaysia ke Indonesia diwilayah perairan Batam.

Pada tanggal 18 November 2020 saat dilakukan Observasi dilapangan Tim opsnal dari Polda Kepri berhasil mengamankan satu tersangka inisial AK alias K di Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, dengan barang bukti pil atau tablet berwarna biru dan pink yang diduga narkotika jenis Ekstasi sebanyak 20.000 butir dengan rincian 10.600 butir pil berwarna biru dan 9.400 butir pil berwarna pink.

“Dari keterangan tersangka barang bukti tersebut berasal dari Malaysia dan sampai saat ini Tim dari Dit Resnarkoba Polda Kepri terus melakukan pendalaman dan pengembangan dan diharapkan ini bisa membuka jaringan nya sehingga kita bisa mengungkap lebih banyak lagi barang bukti dan tersangka.

Dan informasi yang kita dapat Pil ini akan diedarkan di Kepri dan didistribusikan ke tempat-tempat lain”. Ujar Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Darmawan.

Yuyun@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY