Polisi Berhasil bekuk Tekong TKI Ilegal Batam

0
249
foto/swarakepri

RASIO.CO, Batam – Jajaran Kepolisian Satpolairud Polresta barelang berhasil menangkap tekong TKI illegal berinisial RM(18) dimana sebelumnya sempat melarikan dirinya. Sedngkan dua rekannya IC dan AD ditetapkan DPO. Kamis(18/11) lalu.

Kasat Polairud Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi mengatakan, penggagalan upaya penyelundupan PMI Ilegal tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa ada calon PMI yang akan diberangkatkan ke Malaysia secara Ilegal melalui perairan belakang padang.

“Mendapat informasi tersebut, Tim melakukan penyelidikan dengan melaksanakan Patroli dengan menggunakan Boat, kemudian diseputaran perairan belakang padang sekitar pukul 20.30 WIB, Tim melihat ada 1 Boat melintas dengan membawa beberapa penumpang dan dilakukan pengejaran dan berhasil dilakukan penindakan hukum setelah boat tersebut ditabrakan ke hutan bakau dan ditemukan 8 orang calon PMI yang akan berangkat ke Malaysia,”ujarnya di Mapolresta Barelang, dikutip dari swarakepri. Selasa(23/011)..

Badawi mengatakan, tekong sempat melompat dan melarikan diri dan berhasil ditangkap pada hari Jumat tanggal 19 November 2021 di belakang padang.

“Delapan calon PMI yang menjadi korban berasal dari berbagai daerah yakni 2 orang dari Lombok, 2 dari banyuwangi, 1 dari malang, 1 dari Lamongan , 1 dari Sleman dan 1 dari Palembang,”jelasnya.

Kata dia, kebanyakan dari PMI Ilegal tersebut direkrut oleh PL( pekerja lapangan) salah satu agen di Surabaya berinisial IC(DPO) selanjutnya dikirim ke Batam dan dijemput oleh AD( DPO) di Bandara dan diinapkan di salah satu Homestay yang ada di wilayah Batam sebelum dibawa ke Belakang Padang,

“Mereka ini direkrut ada yang dari Surabaya. Ada inisial Ibu IC sebagai agen, dia yang memfasilitasi semua mulai dari tiket, paspor dan juga untuk rapid test. Sampai di Batam ada yang menjemput, ini yang sedang kita cari yaitu berinisial AD. Dia yang menyiapkan semua penginapan dan transportasi untuk ke Malaysia,”terangnya.

Badawi mengatakan dua dari 8 orang Calon PMI Ilegal tersebut diminta biaya yaitu sebesar Rp6,5 juta dan Rp11 juta.

“Sisanya yang 6 orang itu tidak mendapatkan gaji selama 4 bulan setelah bekerja di Malaysia,”ujarnya.

Atas perbuatannya tersangka RM dijerat pasal 81 dan atau pasal 83 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

***

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY