Polisi Lumpuhkan Resedivis dengan Timah Panas di Batam

0
179

RASIO.CO, Batam – Jajaran kepolisian Ditreskrimum Polda kembali berhasil menangkap residivis ASM(39) yang diduga melakukan kejahatan dengan pemerasan terhadapa masyarakat di kawasan Toss 3000 , Batam.

Tersangka ASM baru menghirup udara segar Agustus 2019, namun kembali ditangkap aparat penegak hukum karena kembali melakukan aksi pemerasan di kawasan Nagoya, bahkan telah berhasil 10 kali dan dalam aksi kali ini sempat melakukan perlawanan sehingga akhirnya ditembak.

“Tiga kali tembakan peringatan tetapi tersangka tetap melawan dan akhirnya personil melumpuhkan dengan timah panas,”

“Parahnya, pelaku sudah 10 kali berhasil memeras warga di nagoya dan Toss 3000 ,” kata Kabidhumas Polda Kepri Kombes pol. S.Erlangga melalui sambungan selularnya. Sabtu(12/10).

Kata kabid, Pelaku ditangkap atas dasar dari dua Laporan Polisi korban kejahatan, selanjutnya Tim dari Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Selain itu, Perbuatan pelaku Inisial A S M sudah sangat meresahkan di tengah masyarakat, aksi yang dijalankan pelaku sendiri adalah dengan cara berpura-pura membuat masalah dan bersenggolan dengan korban di tempat keramaian.

Kemudian mengajak korban ketempat yang sepi dengan alasan untuk membicarakan masalah tersebut, namun di tempat tersebut pelaku merampas barang-barang berharga korban sambil mengancam dengan menggunakan senjata tajam dan borgol.

“Dari pengakuan pelaku yang merupakan seorang Residivis yang bebas dari penjara pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu, sudah melakukan pemerasan sebanyak 10 kali diseputaran Pasar Tos 3.000 Batam yaitu pada bulan Agustus sebanyak 3 kali,”jelasnya.

Ia menambahkan, Setelah mendapatkan informasi ciri-ciri pelaku, kemudian pada hari Rabu (9/10) Tim Jatanras melakukan penangkapan terhadap pelaku, tetapi saat akan diamanakan melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri.

Kemudian Tim Jatanras memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali. Namun pelaku tetap melawan kemudian anggota Jatanras memberikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan bagian kaki pelaku.

Barang Bukti yang diamankan adalah 1 buah borgol, 1 bilah pisau, 4 unit handphone berbagai merk, 1 buah topi warna hitam, 1 buah tas sandang warna coklat dan 1 buah kartu tanda pemasyarakatan Rutan Pekanbaru.

Pelaku dijerat dengan pasal 368 KUHP dan atau pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY