Polisi Tangkap Tiga Jaringan Pengedar Sabu 46 Kilo di Batam

0
254

RASIO.CO, Batam – Jajaran kepolisian Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri kembaki berhasil mengungkap jaringan pengedar narkoba dengan barang bukti 46 kilo gram jenis sabu. Selasa(19/01).

Ketiga tersangka berinisal N alias N, MD alias A dan MY alias PH. Dimana sabu seberat 46 kilo ditemukan dalam gudang musholla Gudang Mushola Pulau Teluk Bakau kelurahan Pulau Terong, Belakang Padang serta digudang rumah tersangka.

“Berawal dari informasi masyarakat, akan ada transaksi sabu di tanjunguma,”

“Tim melakukan penelusuran berhasil mengamankan dua orang laki-laki Inisial N aliasN Bin H AS dan MD alias A Bin J, pada tersangka didapatkan barang bukti sebanyak 1 Paket Narkotika jenis sabu dengan berat 1 Kg”. Kata Wakapolda Kepri
Brigjen Pol Darmawan.

Kata Wakapolda, Selanjutnya terhadap kedua tersangka tersebut dilakukan pemeriksaan dan pengembangan yang kemudian pada tanggal 18 Januari 2021 jam 09.30 wib tim kembali berhasil medapatkan satu tersangka dengan Inisial MY alias PH Bin HG.

Dari tersangka tersebut berhasil ditemukan barang bukti sebanyak 2 Kg di pinggir jalan pelabuhan Sagulung Kelurahan Sei Binti Kecamatan Sagulung Kota Batam.

Tim terus mengembangkan kembali dan akhirnya tersangka mengakui bahwa masih ada barang bukti yang disimpan di Gudang Mushola Pulau Teluk Bakau kelurahan Pulau Terong, Belakang Padang, dilokasi tersebut ditemukan barang bukti Sabu sebanyak 8 Kg.

Selanjutnya tim terus mencari barang bukti lainnya dan berhasil mengamanakan sebanyak 35 Kg yang disimpan di gudang rumah tersangka MY alias PH Bin HG.

“jadi total keseluruhan barang bukti yang berhasil kita amanakan adalah 46 bungkus atau 46.000 gram atau 46 Kg Narkotika jenis sabu “. Jelas Wakapolda.

Wakapolda mengatakan, Dari hasil pengembangan masih ada beberapa nama yang belum disebutkan, namun dari pengakuan tersangka Inisial MY bahwa barang tersebut merupakan titipan dari seseorang di Malaysia.

“Tentunya tim akan terus melakukan pengembangan lebih lanjut, apakah masih ada barang bukti yang lain atau tersangka lainnya, hal ini akan terus kita kembangkan”. Tutupnya.

Atas perbuatan para tersangka dapat dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY