Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penggirim TKI Ilegal

0
514

RASIO.CO, Batam – Jajaran kepolisian Ditkrimum Polda Kepri menagkap tiga terduga tekong penggiriman maupun pemulangan TKI Ilegal ke negara jiran. Jumat(21/02).

Pengungkapan berhasil atas ditemukan terlantarnya 11 orang di Pantai Tanjung Bemban, Nongsa Kota Batam, sehingga langsung dilakukan penyelidikan dan menetapkan tiga tersangka yang merupakan nahkoda dan abk kapal.

Tersangka berjumlah 3 orang dengan Inisial K sebagai Pemilik Speed Boat, Inisial A sebagai Nakhoda atau tekong dan Inisial J sebagai ABK dengan Barang Bukti 2 buah unit Handphone dan 1 unit Speed Boat Fiber bermesin 200 PK.

” Sebanyak 11 orang korban Pekerja Migran Indonesia Ilegal yang ditelantarkan oleh pengurusnya di Pantai Tanjung Bemban, Batam berhasil diselamatkan,”

“Esoknya dilakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dan mengamankan para tersangka yang diduga pemilik, Nakhoda dan ABK Kapal yang digunakan sebagai sarana transportasi dari Malaysia,” Kata Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid.

Kata dia, Modus Operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah Menempatkan PMI secara ilegal dengan cara melakukan pengurusan serta menyediakan sarana akomodasi berupa kapal laut untuk kepulangan para PMI illegal dari Malaysia hingga tiba di Kota Batam.

Tujuan untuk memperoleh keuntungan yakni mendapatkan bayaran yang diperoleh dari hasil mengurus proses keberangkatan PMI secara ilegal yang masuk kembali ke indonesia tanpa melalui jalur kepulangan ataupun pelabuhan yang resmi.

Tersangka berjumlah 3 orang dengan Inisial K sebagai Pemilik Speed Boat, Inisial A sebagai Nakhoda atau tekong dan Inisial J sebagai ABK dengan Barang Bukti 2 buah unit Handphone dan 1 unit Speed Boat Fiber bermesin 200 PK.

Para tersangka dijerat dengan pasal 120 jo pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2017 tentang keimigrasian dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY