Polisi Tutup Gelper Tak Taati Aturan di Batam

268

RASIO.CO, Batam – Jajaran Kepolisian Polresta Barelang dikabarkan tutup paksa Gelanggang Permainan(gelper) Ocean yang tidak taati aturan selama bulan ramadhan.Kamist(31/05)pukul 23,15 WIB.

Pantauan lapangan, tim patroli polisi meminta gelper ditutup karena beroperasi tidak sesuai aturan dan agar menghargai pertengagan bulan suci ramadhan, dimana akhirnya pihak pengelola menutup lokasinya.

Namun tidak semua pengelola Gelper melakukannya. Diduga membandel atau tidak mengindahkan peringatan tersebut atau bagaimana, atau mungkin kebal hukum, akibatnya polisi melakukan penutupan paksa dengan membubarkan para pengunjung Gelper di salah satu lokasi Gelper Ocean Aquarium Center, Penuin, Nagoya.

Gelper itu ditutup paksa polisi. Penutupan mendadak itu akhirnya membuat para pengunjung Gelper panik ketakutan.

Tidak ada yang ditahan dalam penutupan paksa Gelper ini, namun kepada pengelola Gelper, polisi mengingatkan agar lokasi Gelper itu ditutup selama 3 hari.

“Tidak ada yang ditahan, namun kami diminta agar tutup selama 3 hari,” kata seorang dari pihak pengelola Gelper Ocean kepada awak media ini.

Bahkan sebelum polisi meninggalkan lokasi Gelper itu, polisi juga memastikan telah menutup dengan memadamkan seluruh lampu yang di gedung lokasi Gelper itu.

Sebelumnya, Tim terpadu kembali melakukan penyisiran tempat hiburan di pertengahan Ramadhan, Selasa (29/5). Hasil inspeksi ini ditemukan tiga gelanggang permainan beroperasi di saat aturannya harus tutup.

“Kita temukan tiga lokasi gelper yang masih buka. Di kawasan Nagoya Hill, Puja Bahari, dan area Formosa,” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, Imam Tohari, Rabu (30/5).

Menurutnya tim langsung minta pengelola untuk menutup arena permainan elektronik tersebut. Karena surat edaran mengenai buka tutup tempat hiburan ini sudah disampaikan sebelumnya.

“Alasan mereka pas sidak karena tidak mengetahui. Tapi itu alibi mereka saja. Karena tim gabungan sudah menyurati THM yang ada di Batam, tak mungkin mereka lupa,” kata Imam.

Pelanggaran ini kemudian dituliskan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP. Sedangkan sanksinya belum bisa dipastikan saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam, Gustian Riau membenarkan pelanggaran tersebut. Pengelola gelper diberi peringatan pertama dan bila tetap melanggar akan diberi sanksi tegas.

“Ini peringatan pertama kita berikan. Peringatan selanjutnya kalau tetap membandel akan kita tindak tegas,” ujarnya.(red/mcb).

Bya@www.rasio.co

Berikan komentar anda