Ponirah Dipenjara 3 Bulan Gegara Menghina

0
180
foto/pariadi

RASIO.CO, Batam – Terdakwa Ponirah alias Ira akhirnya di penjara 3 bulan kurungan badan dipenjara karena majelis hakim berkeyakinan telah melakukan pencemaran nama baik dengan menghina korbannya melaui Whathapps.

Terdakwa Ponirah yang selama ini tidak ditahan alias tahanan luar, di duga wajib menjalankan putusan hakim untuk menjalani kerangkeng alias dipenjara dalam sel.

Ponirah terbukti melakukan penghinaan terhadap korbannya dengan kata-kata ‘pelacur’ melalui Whatapps, padahal hal tersebut tidak benar dan parahnya terdakwa ponirah malah mengajak korbannya adu mulut sehingga senpat terjadi cekcok mulut.

Diduga terdakwa Ponirah merasa cemburu pacarnya bulenya akan direbut , padahal korban tidak bermaksut demikian dan hanya pikiran terdakwa dan juga ponirah enggan membayar tagihan yang telah diminum kekasihnya.

“Saudara terbukti bersalah melakukan penghinaan melalui whatapps terhadap korban dan dihukum 3 bulan penjara,” Kata hakim Martha. Selasa(24/09).

Sebelumnya, Terdakwa tahanan luar Ponirah alias Ira tersandung kasus dugaan penghinaan lewat sms berujung cekcok mulut, akhirnya di tuntut JPU Frihesti Putri Gina, 5 bulan penjara.Rabu(18/09).

“Menyatakan terdakwa Ponirah alias Ira bersalah melakukan tindak pidana “Pencemaran Nama Baik” Sebagaimana yang di dakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar Pasal 310 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 5 bulan dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa ditahan,” ujar Prihesti beberapa waktu lalu.

Bermula disuguhkan pembayaran bill minuman dan merasa tidak memesan terdakwa Ponirah alias Ira duduk dibangku pesakitan PN Batam.

Beruntung terdakwa Ponirah tidak mengunakan baju orange seperti tahanan lainnya karena mendapat tahanan luar atau tahanan rumah.

Terkuak dipersidangan yang dipimpin majalis hakim ketua Renny Pitua Ambarita didampingi dua hakim anggota dalam agenda dakwaan JPU Prihesty , keterangan saksi di PN Batam. Selasa(23/07) kemarin.

Peristiwa terjadi, Sabtu tanggal 16 Maret 2019 sekira pukul 21.30 Wib, terdakwa Ponirah datang ke salah atu cafe di Batam.

“Pacar terdakwa ada hutang, selain itu terdakwa dalam wa kepada saya mengatakan saya sorang pelacur yang mulia,”

“Ketika saya pertanyakan maksutnya terdakwa malah kembali mengajak cekcok mulut,” Kata saksi pelapor Richa dipersidangan.

Ia menambahkan , terdakwa juga ketika di suguhi bill minuman , tidak mau membayar , padahal pacarnya yang telah meminumnya.

Majelis hakim akhirnya menunda sidang pekan depan dengan agenda mendegarkan saksi lainnya yang akan di hadirkan JPU.

APRI@www.rasio.co //

LEAVE A REPLY