Potensi Pulau Midai Jadi Agrowisata

0
1407
foto/petaniku midai

RASIO.CO, Natuna – Midai yang merupakan 98% wilayah perkebunan yang terdiri dari perkebunan produktif seperti kelapa, karet dan cengkeh serta dilengkapi suasana desa yang masih alami, dengan begitu Midai sangat berpotensi menjadi wilayah Agrowisata, hanya saja masih ada yang harus dikembamgkan lagi mulai dari tampilan desa dan kebersihan yang ada di Pulau Kebun Ini.

Midai yang terkenal memiliki potensi kelapa sejak zaman kolonial belanda dan hingga saat ini, komoditi yang sangat berpeluang besar untuk berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah terutama ekonomi bebasis agraia yang sudag saatnya dibangkitkan kembali guna kesejahteraan masyarakat tani yang ada di Kabupaten Natuna, Kepri.

Aktifitas Nyadau ( sebutan masyarakat setempat untuk aktifitas memetik kelapa ) Nyadau Kelapa dengan menggunakan Beruk ini bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat tani di pulau midai.

Nyadau kelapa sudah di lakukan sejak zaman dahulu, Cara yang terbilang tradisional ini terus dilakukan masyarakat untuk memenuhi permintaan kelapa guna kebutuhan industri pasar dan industri rumah tangga.

Tradisi yang telah di wariskan para leluhur untuk mempermudah para petani saat ini dalam memetik kelapa menggunakan Beruk merupakan salah satu hal termudah yang dapat di lakukan masyarakat untuk memetik kelapa.

Midai, Natuna, ada ratusan ribu pohon kelapa produktif yang tumbuh sehat di Pulau Midai, Kab. Natuna sangat berpotensi besar untuk turut serta membantu dalam peningkatan Pendapatan asli daerah Kab. Natuna. Minimnya kebijakan mengenai diadakannya pusat industri pengolahan Kelapa dipulau midai menjadikan potensi yang di milikinya hanya sebatas potensi saja.

Ratusan ribu buah kelapa secara produktif dapat di hasilkan dalam jangka waktu satu bulan merupakan sesuatu yang sangat luar biasa dibalik pengembangan produk-produk hasil rumahan yang dapat di olah dengan menggunakan bahan baku kelapa.

Metode pengembangan kelapa yang kian pesat menjadi sesuatu yang menghasilkan bagi daerah, sudah saatnya menjadi pusat perhatian pemangku kebijakan dalam menuai kebijakan-kebijakan supervisi tentang pengolahan kelapa secara intens guna membuka lapangan kerja baru bagi para petani.

Melihat situasi yang terjadi di Pulau Midai dari waktu ke waktu yang semakin mencuri perhatian atas potensi yang di milikinya tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menumbuhkembangkan produk jadi melalui hasil pertanian.

Dalam upaya peningkatan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru melalui potensi Kelapa yang sudah sangat lama di wariskan para leluhur agar generasi dapat mengelola dengan baik hasil buminya supaya dapat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sebelum berlibur dan berwisata, berikut ulasan tentang Agrowisata untuk saudara :

Agrowisata adalah aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait (misal Perkebunan, Perdesaan dan Perternakan) yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk belajar dan berlibur.

Agrowisata memiliki beragam variasi, seperti labirin jagung, wisata petik buah, memberi makan hewan ternak, Hingga mencicipi kuliner khas berbahan baku hasil laut, Agrowisata merupakan salah satu potensi dalam pengembangan industri wisata di seluruh dunia guna menjaga kelestarian alam.

Di Indonesia, daya tarik wisata sebagian besar masih berupa wisata bahari dan wisata budaya, sedangkan wisata berbasis perkebunan masih belum berkembang pesat karena kepemilikannya masih belum banyak.

Contoh agrowisata di Indonesia terdapat di Cinangneng, Tenjolaya, Bogor berupa pembudidayaan sayur dan buah, wisata kebun salak di Sleman, Yogyakarta, dan wisata perkebunan teh di Puncak, Bogor.

Perkembangan Tentang Agrowisata

Perkembangan agrowisata atau agritourism bermula dari ecotourism. Ecotourism adalah yang paling cepat bertumbuh diantara model pengembangan pariwisata yang lainnya di seluruh dunia, dan memperoleh sambutan yang sangat serius.

Ecotourism dikembangkan di negara berkembang sebagai sebuah model pengembangan yang potensial untuk memelihara sumber daya alam dan mendukung proses perbaikan ekonomi masyarakat lokal. Ecotourism dapat menyediakan alternatif perbaikan ekonomi ke aktivitas pengelolaan sumber daya, dan untuk memperoleh pendapatan bagi masyarakat lokal (U.S. Konggres OTA 1992).

sumber : #pulaumidai

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY