PT Unisem Batam Tutup Mulai September 2019

0
332
Pekerja di PT Unisem Group. (F: Istimewa)

RASIO.CO, Batam – PT Unisem Batam memutuskan akan menutup usahanya di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mulai September 2019. Alasannya, perusahaan yang memproduksi perakitan speaker atau pengeras suara itu terus mengalami kerugian sejak delapan tahun belakangan ini.

Keputusan tutupnya PT Unisem disampaikan induk perusahaan tersebut, Unisem (M) Bhd yang berkedudukan di Malaysia. Di Batam, PT Unisem Batam beroperasi di kawasan industri Batamindo, Mukakuning sejak tahun 1991.

Saat ini, ada sekitar 1.500 orang yang bekerja di PT Unisem, sekitar 1.300 di antaranya adalah pekerja tetap atau permanen, dan sisanya karyawan kontrak. Jika benar-benar tutup, maka akan ada ribuan orang terancam menjadi pengangguran.

Mengutip The Star, penutupan PT Unisem Batam disebabkan perusahaan tersebut terus merugi selama delapan tahun belakangan atau sejak tahun 2011.

“Manajemen akan bekerja secara bertahap untuk mengurangi operasi sebelum menutup fasilitas di PT Unisem efektif 30 September 2019,” tulis laman berita di Malaysia itu.

“Keputusan untuk menghentikan operasi di PT Unisem dicapai karena kerugian terus menerus selama bertahun-tahun sejak 2011. Meskipun investasi baru-baru ini, prospek bisnis untuk PT Unisem terus menjadi lemah.”

Sementara itu, sejak Jumat (28/06), beredar surat yang ditulis Presiden Direktur PT Unisem, Michael McKerreghan. Surat dengan kop dan lambang Unisem itu ditujukan untuk karyawan PT Unisem.

Surat Presiden Direktur PT Unisem Batam yang ditujukan untuk karyawan. (F: Istimewa)

Dalam surat itu, Michael McKerreghan menyebutkan bahwa kondisi perusahaan yang merugi sudah disampaikannya kepada para direksi. Michael yang akrab disapa Mike itu menuliskan harapannya agar selama masa transisi, seluruh karyawan PT Unisem tetap mendukung pelayanan kepada para konsumen.

Berikut bunyi surat tersebut:

Dengan berat hati dan menyesal, saya menyampaikan informasi bahwa karena kondisi yang terus menerus sulit, dewan direksi PT Unisem and Unisem BHD telah memutuskan menghentikan operational perusahaan.

Walaupun belakangan ini investasi cukup banyak dilakukan, tapi keputusan sulit ini harus diambil sehubungan dengan prospek bisnis sejak Q3 2018 terus memburuk dan pendapatan terus menerus turun.

Dengan ketidakpastian kondisi perdagangan dunia, kecil harapan bahwa pendapan PT Unisem Batam akan cukup membaik di tahun 2019, sehingga menyebabkan keputusan yang sulit ini harus diambil.

Sebagian karyawan telah bersama sama dengan kami beberapa tahun belakangan, tapi kebanyakan telah berada di perusahaan ini cukup lama.

Saya, bekerja dengan Pak Ralph Duceour menyiapkan rencana bisnis kepada William Soeryadjaja di tahun 1990, sehingga berdirilah PT Astra Microtronics di tahun 1991.

Selama 28 tahun ini, kita sudah menghadapi banyak tahun-tahun baik dan buruk. Kita juga telah mengalami pertumbuhan ekspansi luar biasa… tapi saat ini kita menghadapi situasi pasar yang buruk dan biaya yang terus meningkat.

Minggu ini, sales kita di Amerika dan Eropa, bersama-sama dengan Pak HL Lee, Group COO beserta Pak Allan TOriaga, Direktur PT Unisem akan memberitahu kepada seluruh customer.

Kami telah bertemu dan memberitahukan perihal penghentian operasi perusahaan kepada ketiga serikat pekerja dan akan menjadwalkan pertemuan untuk membicarakan paket pembayaran sehubungan dengan penutupan.

Seperi yang selalu menjadi dasar bisnis saya di negara manapun, undang-undang yang berlaku di negara tersebut akan saya taati.

Dalam masa transisi ini, saya meminta semua karyawan tetap mendukung pelayanan kita terhadap custome. Tentu saja customer sudah mempercayakan material dan bebebrapa mesin mereka kepada kita.

Produk mereka harus dikerjakan dan mesin mereka dijaga secara profesional seperti yang selama ini kita lakukan.

Salam saya untuk semua karyawan

Mike McKerreghan

***

LEAVE A REPLY