Puluhan Korban Dugaan Penipuan Minta PN Batam Menahan Bos Milinium Group

0
683
Hendri Korban Dugaan Penipuan Investasi Bodong Milinium Group minta PN Batam menahan Terdakwa Tahir Ferdian saat di PN Batam(foto/pariadi).

RASIO.CO, Batam – Puluhan korban ivestasi bodong yang datang dari berbagai daerah yakni Solo, Surabaya, Medan, Manado dan lainnya yang sempat mengamuk, meminta Pengadilan Negeri Batam menahan terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng yang diduga bos Millinium Group.

Pasalnya, ungkap salah seorang korban investasi bodong bernama Hendri, terdakwa Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng di duga telah melakukan dugaan penipuan nasabah lebih kurang 2000 orang di wilayah Indonesia dengan modus investasi.

“Dana kami yang hilang dan belum kembali sekitar Rp 2,4 miliar sekian. bahkan ada yang lainnya sampai enam miliar nilai kerugiannya. Kami tegaskan, Tahir Ferdian harus kembalikan dana kami,”

“Tidak itu saja, kami minta PN Batam menahan terdakwa Tahir Ferdian, kok bisa kabulkan terdakwa pengelapan Rp25 milyar tahanan kota, bahkan kami tahu beberapa waktu lalu terdakwa keluar kota,” ujarnya.

Selain itu, Hendri juga meminta terdakwa di penjara bukan tahanan kota dan kemudian juga harus membayar uang kami dan hukum harus ditegakkan, kami juga melaporkan kepada Presiden Jokowi agar hukum kembali di tegakkan.

“Di Batam kasusnya menggelapkan aset perusahaan puluhan miliar, kok masih bisa tahanan kota,”ujarnya Hendri berapi-api.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan nasabah asal berbagai daerah di wilayah Indonesia mengamuk di seputaran parkir depan hingga belakang Pengadilan Negeri(PN) Batam, karena di duga tertipu oleh pengusaha kondang bernama Tahir Ferdian alias Lom Chong Peng dengan modus investasi bodong.

Pantauan lapangan, aksi pencegatan paksa oleh puluhan korban penipuan yang diduga dilakukan terdakwa membuat beberapa pengunjung sidang sontak kaget, pasalnya para nasabah dengan sedikit bringas memaksa terdakwa untuk turun dari mobil mewah jenis Alfard BP 11 VI.

Peristiwa yang kurang mengenakkan ini terjadi lebih kurang sekira pukul 8.36 WIB, dimana terdakwa Tahir Ferdian akan menghadiri sidang kasus dugaan penggelapan dengan menjual asset-asset PT. Taindo Citratama mengakibatkan saksi Ludijanto Taslim selaku Direktur Utama sebesar Rp. 25.776.000.000,-.

Aksi pencegatan serta menghentikan paksa mobil terdakwa Tahir Ferdian berlangsung bak drama sinetron, dimana nasabah yang mersa tertipu oleh terdakwa mengeluarkan kata-kata kotor sembari meminta terdakwa membayar uang mereka yang telah masuk ke rekening perusahaan terdakwa.

“Sudah tiga tahun kami menderita, kembalikan uang kami ratusan milyar yang telah kamu bohongi, kau maling uang kami,” ujar salah seorang nasabah bernama Hendri di lokasi. Senin(07/10).

Tidak itu saja, bahkan salah seorang nasabah wanita menjerit bahkan minta terdakwa turun untuk membayar kembali uangnya yang telah merasa tertipu terdakwa.

“Tak tahu malu, mana uang kami kembalikan, dasar penipu, terbukti kamu penipu di Batam tersangkut lagi dalam kasus penggelapan Rp25 miliar,”ujar ibu sudah berusia lanjut ini.

Melihat situasi gaduh di PN Batam , pihak kepolisian bersama satpam PN Batam sempat melakukan pengamanan dan meminta para nasabah tersebut untuk menyelesaikan di luar lokasi Pengadilan PN Batam, namun nasabah tetap bersikukuh menunggu terdakwa disidangkan.

Sementara itu, Humas PN Batam, Taufik saat di konfirmasi awak media di lokasi tidak mengetahui persis apa yang di ributkan para nasabah yang datang ke PN Batam, namun berharap jangan sampai terjadi keributan di pengadilan. dan sudah mendapat pengamanan oleh pihak kepolisian.

APRI@www.rasio,co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY