Rafiq Lakukan Pengecoran Perdana LPM di Karimun

0
159

RASIO.CO – Bupati Karimun Aunur Rafiq melakukan pengecoran perdana pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Kampung Bangun Sari Kelurahan Harjo Sari, Kecamatan Tebing, Sabtu (11/9).

LPM tersebut dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pertanian dan Pangan Kabupaten Karimun yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2021 dengan pagu anggaran Rp. 287.383.000.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, pembangunan LPM oleh Dinas Pangan dan Pertanian itu, dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cahaya Sejahtera.

“Pembangunan LPM ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan di Kabupaten Karimun. Jadi di sini juga akan menjadi tempat penampungan produk pertanian,” kata Rafiq usai melakukan pengecoran perdana pembangunan LPM di Kelurahan Harjosari, Sabtu (11/9).

Ia menyebutkan, harga sembako dan produk pertanian yang ada di LPM ini akan berada di bawah harga pasar. Namun demikian, perbedaan harga tersebut juga tidak merugikan petani yang mengelola LPM ini nantinya.

“Harga kita minta dibawah pasar, kalau pasar menjual Rp100 ribu di LPM menjual Rp95 ribu. Tetapi tetap ada keuntungan dan tidak merugikan petani karena tujuannya untuk menjaga kestabilan harga dan pangannya,” katanya.

Rafiq mengatakan, pada tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Karimun di Bidang Pertanian mendapatkan anggaran DAK sebesar Rp1,5 miliar dari usulan tahun 2020 lalu.

“Ada Rp. 1,5 miliar yang kita dapat tersebar di berbagai tempat untuk kegiatan pembangunan di bidang ketahanan pangan, salah satunya adalah pembangunan LPM ini,” katanya.

Bupati mengungkapkan pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat harus di kecamatan yang tergolong rentan ketahanan pangannya.

Ia menjealskan, di Karimun terdapat tujuh kecamatan yang tergolong ketahanan pangannya rentan berdasarkan hasil survey.

Namun, dari tujuh kecamatan tersebut hanya Kecamatan Tebing yang terakomodir berdasarkan kemampuan kesediaan DAK dan waktu yang tersedia.

“Yang sudah dibayarkan pada tahap pertama adalah 20 persen untuk modal kerja yang dikerjakan secara padat karya dan pembangunan ini ditargetkan rampung pada Desember 2021 mendatang,” katanya.

Selanjutnya, pada tahun 2022 nanti akan kembali dialokasikan dana senilai Rp100 juta dari DAK sebagai modal untuk mengisi lumbing pangan tersebut.

Sementara itu, Lurah Harjosari Ganar Septyadi mengaku bersyukur atas dibangunnya LPM tersebut. Menurutnya, LPM ini akan mendongkrak produksi pertanian para petani.

“Pastinya sangat bermanfaat sekali karena kegiatan pertanian oleh kelompok-kelompok tani di Kelurahan Harjosari memang sangat aktif, tidak hanya menjaga kestabilan pangan tetapi juga akan membantu pemasarannya. Namun, patut diketahui bahwa para petani di kecamatan lainnya juga bisa turut andil dalam Lumbung Pangan Masyarakat ini,” katanya.

(Rc)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY