Respon Cepat, Bobi Alexander Gandeng Lurah Kabil dan Dinas PU Normalisasi Parit di 2 RW Kabil

0
276

RASIO.CO, Batam – Respon cepat menanggapi keluhanan masyarakat terkait adanya banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini, Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Bobi Alexander Siregar gandeng Lurah Kabil dan Dinas PU meninjau langsung lokasi normalisasi yang ada di Kavling Senjulung RT 09 dan RW 10 Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Jum’at (2/10).

Turut hadir Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Bobi Alexander Siregar, Lurah Kabil, Safaat, Dinas PU Kota Batam, RT, RW serta tokoh masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam sekaligus Ketua Badan Kehormatan (BK) Kota Batam, Bobi Alexander Siregar menjelaskan, Insyaallah hari ini kita akan melakukan normalisasi di dua tempat RW 09 dan RW 10.

Insyaallah usaha tetap kita lakukan yang terbaik bagaimana banjir ini bisa diatasi, kalaupun ada kurang lebih dalam pekerjaan kita, bukan tidak ada kepedulian.

“Pemerintah Kota khususnya selalu peduli terhadap masalah banjir karena ini menjadi skala prioritas. Banjir, Infrastruktur sudah menjadi programnya Walikota Batam,” ujar Bobi, Jum’at (2/10).

Hanya saja alat kita terbatas, info yang kita dapat amphibi hanya ada 2 sementara 1 rusak karena memang ini beroperasi terus, jadi hanya 1 amphibi yang bisa digunakan.

Bobi menambahkan, untuk sementara info dari Dinas PU kita akan menurunkan alat berat jenis long am, namun alat ini akan bekerja secara maksimal.

“Untuk sementara kita akan menurunkan alat berat jenis long am, alat ini akan bekerja secara maksimal, dari Dinas PU berjanji akan mengerjakan secara maksimal agar memang banjir nanti bisa kita atasi,” ungkapnya.

Untuk kedepan program ini tidak hanya sampai normalisasi terus karena ini sudah yang kedua kalinya. Normalisasi itu adalah kondisi darurat, namun final akhirnya harus dibuat parit U yang besar dan permanent.

“Kedepan Insyaallah mari doakan semoga perekonomian kita membaik, karena dampak Covid ini yang tadinya jalan utama ini akan dikerjakan tahun ini jadi tertunda, saya sudah turun langsung dan survei bersama Dinas PU,” jelas Bobi.

Bobi mengajak kepada masyarakat, mari bersama sama semuanya kita peduli terhadap ini, semoga dengan turunnya alat ini nanti masyarakat kita tidak lagi terdampak oleh banjir.

“Mudah mudahan kedepan akan selesai semuanya, harus dan wajib itu normal, belum bisa kita katakan ini bebas banjir kalau masih bentuk normalisasi,” ucapnya.

Untuk parit permanen ini kan anggarannya besar
kalau seandainya pokir saya Rp. 2 Milliar kesini pasti saya anggarkan ke sini, tapi ini tidak bisa Rp 2 Milliar karena dari ujung sampai ke ujung harus kita clearkan bukan hanya sejengkal ini kita kerjakan yang lain kita tinggalkan ini bukan mengurai masalah, tutup Bobi.

Sementara itu, Lurah Kabil Safaat menambahkan, Normalisasi artinya inikan sudah berjalan sebelumnya dan ini terjadi banjir lagi, artinya dari Pemerintah Kota tetap terus melaksanakan apa yang menjadi perhatian masyarakat.

Apalagi sekarang musim hujan, ini perlu di normalisasi kembali kalau bisa setiap 3 bulan harus dinormalisasi kembali. Karena penumpukan pasir dan bahan material akan timbul dan muncul sehingga 3 sampai 4 bulan kedepan sering terjadi banjir.

“Saya minta kepada masyarakat yang punya wilayah khususnya RT, RW, Tokoh masyarakat, ini pekerjaan kita semua mari kita dukung dan satukan pemahaman supaya tetap eksis dan banjir ini segera di tangani,” ajak Safaat.

Saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan terutama membuang sampah pada tempatnya, artinya kalau parit ini sudah di normalisasi, masyarakat jangan lagi membuang sampah di lokasi tersebut.

Untuk RT RW diharapkan untuk terus memantau dan selalu bergotong royong untuk tetap menjaga kondisi kelestarian yang ada di lingkungan masing-masing, tutupnya.

Yuyun

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY