Roket Rusia Hantam Beberapa Wilayah di Kharkivkala Kala Perundingan Berlangsung

0
290
Serangan Rusia ke Ukraina. (foto/ist)

RASIO.CO, Jakarta – Sederet roket Rusia dilaporkan menghantam beberapa wilayah di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, pada Senin (28/2) sore.

Menurut pejabat Ukraina, salah satu roket Rusia menghantam perumahan warga sipil di distrik Saltivka, timur laut Kharkiv, yang dekat dengan sebuah supermarket. Menurut Dewan Kota Kharkiv, serangan roket Rusia tersebut menewaskan seorang perempuan dan melukai 31 orang lainnya terdiri dari 15 personel militer dan 16 warga sipil.

“Kharkiv baru saja menjadi sasaran penembakan roket Grad besar-besaran! Puluhan korban berjatuhan,” kata Anton Gerashchenko, seorang penasihat di Kementerian Dalam Negeri Ukraina, seperti dikutip CNNindonesia.com.

Dia menggambarkan situasi di Kharkiv sebagai “mimpi buruk”. Sementara itu, Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova, menggambarkan situasi di kota itu semakin memburuk setiap harinya.

“Hari ini lebih mengerikan di Kharkiv daripada kemarin,” kata Venediktova melalui akun Facebooknya.

Venediktova mengunggah video yang menunjukkan sebuah rudal yang menabrak jendela dapur dan merobek kaki seorang wanita yang kemudian meninggal di rumah sakit. Dan Kaszeta, seorang ahli pertahanan dari Royal United Services Institute yang berbasis di London, video-video yang beredar soal serangan roket Rusia ke Kharkiv adalah benar.

“Salah satu gambar yang menunjukkan bagian pendorong roket memberikan kepercayaan bahwa ini adalah serangan roket,” kata Kaszeta.

Serangan terbaru Rusia ke Kharkiv ini berlangsung kala perundingan antara Kiev dan Moskow berlangsung di perbatasan Belarus pada Senin (28/2) sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Tujuan utama dari perundingan itu, dari pihak Ukraina adalah mendesak gencatan senjata dan penarikan pasukan militer Rusia dari negara tersebut secepatnya.

Kota Karkhiv telah menjadi target agresi Rusia sejak beberapa hari terakhir. Dewan Kota Kharkiv mencatat total tujuh warga tewas, 44 orang terluka termasuk 20 prajurit di wilayah itu. Tujuh korban tewas termasuk dua prajurit dan lima warga sipil.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan invasi Rusia ke negaranya sudah mendekati tanda-tanda pembunuhan massal atau genosida.

Sebab, sejak hari pertama invasi Rusia berlangsung pada 24 Februari lalu, sebanyak lebih dari 100 orang termasuk warga sipil dan anak-anak tewas. Ukraina bahkan mengklaim jumlah korban agresi Rusia bisa lebih banyak lagi hingga mencapai sekitar lebih dari 300 orang.

Namun, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berusaha meyakinkan dunia bahwa negaranya tak menargetkan warga sipil Ukraina.

“Tidak ada yang akan menyerang rakyat Ukraina,” katanya dalam konferensi pers yang memanas, mengatakan kepada CNN bahwa “tidak ada serangan terhadap infrastruktur sipil.”

***

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY