Rosano: Dukung PPKM dan Himbau Pengusaha THM Tutup Sementara

0
238
foto/dokumen

RASIO.CO, Batam – Ketum Suara Rakyat Keadilan Ahmad Rosano mendukung sinergi program pusat dengan Pemko Batam untuk pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) demi memutus tali rantai covid-19 di Batam.

“Mari sama sama kita mematuhi himbauan pemerintah baik pusat maupun daerah, pelaku usaha wajib mematuhi ppkm agar penyebaran virus covid 19 bisa terputus dalam 2 minggu depan,”

“Mengimbau juga para pelaku usaha tempat hiburan agar benar benar turut serta membantu pemerintah untuk menutup semua pintu pintu atau akses hiburannya, pub,karaoke,discotik panti pijat, ketangkasan game elektronik dll,” Kata Rosana melalui sambungan selularnya. Sabtu(09/07).

Kata Rosana, Kami juga meminta bapak Kapolda, Danrem, Kapolresta Barelang, Dandim Kajari dan kajati agar bener bener melakukan penindakan hukum apabila ada yang tidak taat hukum dan aturan pemerintah kota batam.

“Mari kita semua ikuti aturan demi tujuan Indonesia bebas corona kita mulai dari kota batam yang sama sama kita cintai.
“ujarnya.

Lebih jauh, kata Rosano, Terkait akan di berlakukan PPKM oleh mendagri dan menkoperekonomian hari senin besok di kota batam, maka kita semua harus mendukung aturan ini dan semua masyarakat kota batam apalagi pelaku usaha wajib mematuhi ppkm agar penyebaran virus covid 19 bisa terputus dalam 2 minggu depan,

Mari sama sama kita mematuhi himbauan pemerintah baik pusat maupun daerah karena status darurat ini di bawah langsung kepemimpinan pusat dan daerah hanya pelaksana tugas tugas tsb yg di berlakukan oleh pusat.

Selin itu, Kata Rosano, Kita merasa ini adalah situasi yang sulit apalagi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan makan sehari hari saja sangat sulit dan ini hasil survei Suara Rakyat Keadilan di lapangan banyak keluhan terkait beratnya ppkm akan di berlakukan pekan depan.

Namun karena tujuan untuk menekan penyebaran covid-19, pahit apapun kami masyarakat menerima hanya saja bagaimana dengan pemerintah bisa tidak membantu kesulitan kebutuhan hidup kami ujar beberapa tokoh-tokoh masyarakat.

Untuk itu, Suara Rakyat Keadilan juga meminta pada pemerintah pusat dan kota Batam agar juga bertanggung jawab bisa memberikan solusi demi memenuhi kebutuhan masyarakat bertahan hidup, minimal dapur bisa mengepul karena ini tanggung jawab pemerintah untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia dengan segenap tumpah darah.

“Saya berharap pemerintah kota batam, walikota kota batam bisa mengatasi ini semua agar wujud keadilan bisa tercapai minimal masyarakat kota batam tidak ada yang mati karena tidak makan.” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan intruksi terbaru dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa ada sejumlah daerah di Sumatera yang sudah masuk dalam kategori PPKM Darurat. Termasuk Kota Batam.

“Perintahnya Senin harus mulai diberlakukan. Sebagai Pemda kita harus mendukung kebijakan ini,” kata Rudi di Dataran Engku Putri, Jumat (9/7).

Rudi mengatakan kebijakan diambil tidak lain adalah untuk kebaikan bersama. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam agar tidak semakin meluas dan hal ini merupakan keputusan bersama.

Dengan diberlakukannya PPKM Darurat tentu tentu pengawasan di lapangan akan semakin ketat. Aktivitas kegiatan masyarakat di luar rumah juga akan dibatasi, sebagaimana yang diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali.

“PPKM Darurat bukan berarti lockdown, belanja tetap dibolehkan. Hanya kegiatan masyarakat yang tidak penting akan kita bubarkan, tidak boleh lagi ada yang makan di restoran,” katanya.

adi@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY