Rosano:Nurbatias Laporkan Advokad Terkait Dugaan Penipuan Likuidasi Perusahaan

53

RASIO.CO, Batam – Presiden LSM Berlian mengatakan, bahwa Ir.H Nurbatias melaporkan dugaan penipuan hasil audit mengatasnamakan akuntan publik Drs.Ishak Nukman yang diduga dilakukan Advokad BPS ke Mabes Polri.

Selain melaporkan Advokat tersebut Nurbastias sebagai korban likuidator yang ditunjuk PN Batam terkait penghitungan aset dimana berujung pada pembagian harta gono-gini, Nurbartias juga mengajukan Permohonan Perlindungan dan Intervensi terhadap Mabes Polri atas laporan LP-B/50/V/2015/SPKT May 2015 yang lambat diproses.

Kasus bermula perceraian Nurbartias terhadap mantan istrinya Arista Shinta Dewi di Pengadilan Agama dan berakhir dengan pembagian harta gono-gini , dimana diduga awalnya ada konspirasi pemalsuan RUPS dalam rangka pembubaran PT.Samudra Rasaki Teknindo oleh terlapor Arista dengan Kuasa Hukum WR.

“Awalnya RUPS diduga dipalsukan dinotaris dan berlanjut Likuidator juga diduga memalsukan hasill audit , parahnya pihak notaris dan akuntan publik membantah telah terlibat dan mengeluarkan hasilnya,”

“Berdasarkan jawaban surat klarifikasi akuntan publik terkait hasil laporan keuangan PT.Samudra Rasaku Teknindo tahun 2015 dengan no 121/ISN-AUD/X/15 Tampa tanggal opini, adalah tidak benar dan tidak dikeluarkan oleh partner kami,”kata Presiden LSM Berlian Rosano sekaligus sebagai kuasa korban di Nagoya. Minggu(01/07).

Parahnya, lanjut Rosano, Hasil Audit yang dikeluarkan Akuntan publik tersebut pada tahun 2015 dibantah oleh KAP.Ishak,Saleh,Soewondo&Rekan karena Drs Ishak telah meninggal Tanggal 31 Oktober 2012 lalu.

Dan ini dibuktikan Surat Keterangan Kematian Penduduk WNI yang dikeluarkan kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan no246/1.755.2/JS/2012 dan sertifikat kematian dari RS Tebet no VII/060/RST/OKT/2012.

“Kuat dugaan hasil audit dipalsukan agar perusahaan dinyatakan pailit,’jelas Rosano lagi.

Selain itu, kata Rosano, pemalsuan notulen Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 26 May 2014 maupun tanggal 5 Juni 2014 yang tercantum didalam surat keputusan Pengadilan Negeri Batam dibantah Notaris Chandra Eriawan.

“Ini dibuktikan Notaris dengan mengeluarkan surat keterangan tidak pernah membuat notulen tersebut terhadap kami,” paparnya.

Kata, Rosano, Bukti notulen RUPS PT.Samudra Rasaki Teknindo digunakan Kuasa hukum RW sebagai alat bukti yang sah pada penerapan perkara Perdata Permohonan no.52/PDT.P/2015/PN Batam.

Dimana akhirnya hakim pengadilan menunjuk Likuidator Bangun P. Simamora no.08-BPS/Likuidasi.PT.SRT/VII/2015.

Rosano menambahkan, Parahnya Nurbartias sebagai korban atas pembagian harta goni-gini yang diperolehnya tidak dapat menjual asetnya karena likuidator masih gantung sehingga harta tersebut tidak dapat dijual.

“Contohnya BPKB mobil masih ditahan bank BPR padahal sudah lulas, dimana saat akan diambil BPKB pihak mengatakan Likuidator melarang memebrikan terhadap korban,”tutupnya.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda