Rusaknya Magrove Jadi Arang Bakau di Batam

0
292
Salah Magrove di Batam jadi Arang bakau dan Kebun

RASIO.CO, Batam – Pembabatan hutan magrave sebagai penahan abrasi pantai terus terjadi di Batam. parahnya para oknum pengusaha nakal memanfatkan warga sekitar melakukan pengrusakan untuk dijadikan kayu arang bahkan untuk membuka lahan kebun.

Ironisnya, Kegiatan pengrusakan hutan bakau ini tersebut mudah terlihat seperti di daerah yang masih statusnya dikabarkan Quo. para oknum pengusaha lahan dibarelang terutama bergantong tebal dengan mudah membuka usaha perkebunan membabat bakau-bakau disana.

Pantauan awak media lapangan, menyusuri lebih kurang dua kilo menembus hutan bakau di dahulunya daerah salah satu kampungtua Bulang, Barelang. hutan bakau berhektar-hektar dibabat untuk dijadikan kebun dan bakau dijadikan arang bakau untuk dikomirsilkan bahkan jadi tambak.

Menurut salah salah seorang warga bernama Sapri dilokasi dan merupakan warga penduduk asli disana mengatakan, kegiatan pengrusakan hutan bakau sudah berlangsung lama, bahkan para pemodal oknum pengusaha mata sipit memanfaatkan warga melakukan perambahan.

“Awalnya mengaku mau ganti rugi lahan yang di kelola warga turun menurun dengan bermodalkan alas hak, terakhir buka kebun dan bakaunya ditebang untuk dijadikan arang bakau,” uajrnya. Minggu(19/07).

Hampir lebih kurang dua kilo perjalanan, Sapri mengajak awak media untuk memperlihatkan secara langsung kerusakan hutan bakau ulah oknum-oknum tidak bertanggungjawab dan parahnya tanpa ada perhatian pemerintah setempat bahkan tutup mata.

“Kami sudah pernah pertanyakan terhadap pemangku dinas setempat tetapi beralasan perizinan pusat dan bahkan saye sendiri sering di intimidasi oknum aparat,” ujarnya lagi.

Daerah pesisir pulau Batam itu sudah hampir habis karena penimbunan dan penjarahan hutan mangrove, hanya lokasi wisata yang tersisa. Untuk itu kita harus menjaga daerah pulau-pulau sekitar yang masih ada hutan mangrovenya untuk kelangsungan biota dan habitat di dalamnya,” kata Sapril yang hanya berpendidikan terbatas ini berkeluh kesah.

Diketahui, kerusakan mangrove di Indonesia sudah mencapai 40 hingga 60 persen. Bahkan di Kepulauan Riau (Kepri) , mangrove yang tersisa hanya sekitar 40 persen.

Apalagi daerah yang pergerakan industrinya sangat pesat, potensi kerusakan hutan mangrovenya juga sangat signifikan ulah pembabatan dan penjarahan mangrove itu sendiri.

Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga harus berperan untuk melestarikan hutan mangrove , dipulau-pulau sekitar Batam lokasi hutan mangrovenya juga sudah dikuasai oleh masyarakat. Hanya tinggal sebagian kecil saja yang dapat diselamatkan. Yang tinggal inilah akan dikuasai oleh Negara untuk dilestarikan.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY