Saksi Korban Sebut Dana Nasabah di Tranfer ke BPR Dana Makmur

Sidang Kasus Penipuan Nasabah Puluhan Milyar

288

RASIO.CO, Batam – Terkuak dipersidangan kasus dugaan penipuan puluhan milyar di PN Batam, bahwa saksi korban sebut menyetorkan uang terhadap Lianti untuk di depositokan di BPR Dana Makmur ke rekening milik BPR Dana Makmur di bank umum seperti Bank Panin dengan No Rek 5505029575 atas nama PT BPR Dana Makmur.

Ironisnya lagi, para saksi korban yang diketahui sampai tahun 2017 tidak mengetahui diduga terdakwa Lianti telah berhenti bekerja di BPR Dana Makmur dan hanya mendengar terdakwa bekerja langsung dengan Jon Kenedy sebagaitenaga pemasar Perumahan elit Panbil.

Parahnya, saksi korban sampai saat ini belum menerima sampai saat ini pengembalian dana segar senilai puluhan milyar tersebut yang disetorkan terhadap BPR yang dialihkan kerekening pribadi terdakwa yang ada di BPR Dana Makmur.

Saksi korban tersebut yakni, Parinah, Wie San, Rika, Moi Hong,, Nanang Junaidi dan Bella
Tandika yang mana sebelumnya terdakwa sudah kenal pada saat terdakwa bekerja di Bank Panin dan Bank Buana Indonesia (berubah menjadi Bank UOB). dan korban setor sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2017.

“Korban dtang sendiri ketempat usaha kami untuk menawarkan menabung di BPR Dana Makmur serta menawarkan promgan deposito bunga 14 persen pertahun ,lalu kami transfer untuk depositokan di BPR Dana Makmur ke rekening milik BPR Dana Makmur di bank umum seperti Bank Panin dengan No Rek 5505029575 atas nama PT BPR Dana Makmur,” kata saksi korban Parinah diruang sidang utama PN Batam.

Mengenai adanya setoran uang yang begitu besar majelis hakim ketua Syahlan bertanya, apakah selama ini saksi korban dalam mendepositokan dananya sudah mendapat keuntungan karena bisa ditipu tedakwa ,padahal nilai uang besar.

“Hal ini kami karena percaya saja yang mulia dan uang tersebut yang kami depositokan belum kembali justru uang saya Rp22 milyar sampai saat ini belum kembali,”ujar saksi lagi.

Sementara itu, Modus terdakwa Lianti yang diduga tidak bekerja sendiri dalam merampok dana nasabah, dimana korban didatangi terdakwa Lianti ketempat usahanya menawarkan deposito , berlanjut korban menyetorkan dana ekening milik BPR Dana Makmur di bank umum seperti Bank Panin dengan No Rek 5505029575 atas nama PT BPR Dana Makmur di Bank Panin.

Selain ke rekening milik BPR Dana Makmur di bank umum yaitu Bank Panin dengan No Rek
5505029575 atas nama PT BPR Dana Makmur, terdakwa juga ada menyuruh nasabah
menyetorkan uang ke rekening pribadi terdakwa di Bank BCA dengan no rek 0611636031 atas nama Lianti.

Rekening tersebut terdakwa gunakan untuk menampung uang yang disetorkan oleh para
nasabah kira-kira sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2017.

Bahwa setelah uang tersebut terdakwa minta untuk dimasukkan atau dipindahkan ke rekening pribadi terdakwa yang ada di BPR Dana Makmur kemudian terdakwa datang ke BPR Dana Makmur untuk melakukan penarikan tunai dan uang tersebut terdakwa gunakan untuk membayar bunga yang terdakwa janjikan kepada para nasabah dan juga untuk kepentingan pribadi terdakwa seperti main judi dan keperluan sehari-hari.

Terdakwa merekrut calon nasabah baru terutama saksi Parinah yang mana terdakwa meminta saksi Parinah untuk membuka rekening pada Bank BPR Dana Makmur yang beralamatkan di Panbil Plaza Lt.1 Jl. Ahmad Yani Muka Kuning Batam pada tanggal 20 November 2009 dengan No Rek. 0102000638 an. Parinah.

Saksi Parinah dalam melakukan penyetoran dana untuk deposito berjangka tersebut melalui transfer Bank Panin milik saksi Rekening Bank BPR Dana Makmur secara bertahap kemudian terdakwa meminta kepada Teller untuk menyerahkannya secara tunai kepada terdakwa uang tersebut.

Namun ada beberapa kali terdakwa menerima uang cash/tunai dari Parinah sejumlah 78.000 SGD pada tanggal 05 Desember 2016, 78.000 SGD pada tanggal 21 Februari 2016 dan 132.000 SGD yang mana penerimaan dana deposito tersebut setelah terdakwa keluar dari Bank BPR Dana Makmur.

Terdakwa keluar dari Bank BPR Dana Makmur sekira bulan desember 2012 , namun terdakwa tetap menawarkan program Investasi kepada saksi yang mana program tersebut tidak ada dan merupakan akal-akalan terdakwa saja dengan cara membuat kwintasi mirip dengan kwitansi yang dikeluarkan oleh Bank BPR Dana Makmur dan saksi masih percaya dengan tawaran atau Investasi akal-akalan atau investasi fiktif yang terdakwa tawarkan tersebut.

Jumlah dana yang telah disetorkan oleh saksi melalui Transfer Bank dan secara tunai kepada terdakwa sejumlah Rp.14.887.000.000,- dan 725.000 SGD (tujuh ratus dua puluh lima ribu dollar Singapore).

Terdakwa yang menyerahkan bukti atau kwintasi penyetoran dana deposito berjangka Dana Makmur tersebut kepada saksi Parinah dengan Nomor Bilyet Deposito : 00701 dengan jumlah Rp.1.000.000.000,-, Nomor Bilyet Deposito : 00702.

lalu terdakwa yang membuat dan menyerahkannya kepada saksi PARINAH bukti penyerahan dana atau kwitansi atau tanda terima tanggal 19 Februari 2014 dengan jumlah
Rp.3.500.000.000,-penempatan deposito dengan jangka 1 tahun bunga 13 %.

Dan tanda terima tanggal 4 September 2014 dengan jumlah Rp.3.300.000.000,- penempatan deposito berjangka 2 tahun dengan bunga 14%, 2 lembar tanda terima penyerahan dana deposito berjangka tersebut dengan jumlah Rp.6.800.0000.000,-.

Bahwa terdakwa juga yang membuat dan menyerahkannya kepada saksi Parinah di rumah dan di toko milik yang berada di Penuin Kota Batam tanggal 14 Februari 2015 dengan jumlah Rp.1.700.000.000,-penempatan dana pasti dengan return 14% dengan jangka waktu 2 tahun.

Tanggal 12 Agustus 2015 dengan jumlah 1.00.000 SGD penempatan dana pasti dengan return 10% dengan jangka waktu 2 tahun, tanggal 4 Februari 2015 dengan jumlah 50.000 SGD penempatan dana pasti dengan return 10% dengan jangka waktu 2 tahun.

Tanggal 02 Maret 2015 dengan jumlah 17.000 SGDpenempatan dana pasti dengan return 10% dengan jangka waktu 2 tahun, tanggal 02 Maret 2016 dengan jumlah 50.000 SGD penempatan dana pasti dengan return 10% dengan jangka waktu 2 tahun.

Tanggal 05 September 2016 dengan jumlah Rp.555.000.000,-penempatan dana pasti dengan return 14% dengan jangka waktu 1 tahun, tanggal 16 Nopember 2016 dengan jumlah 60.000 SGD penempatan dana pasti dengan return 10% dengan jangka waktu 1 tahun.

Tanggal 25 November 2016 dengan jumlah Rp.2.000.000.000,- penempatan dana pasti dengan return 14% ARO Periode 25 Nopember 2016 – 25 Nopmeber 2018,tanggal 27 November 2016 dengan jumlah Rp.300.000.000,- penempatan dana selama 1 tahun dengan bunga sudah dibayar.

Tanggal 05 Desember 2016 dengan jumlah Rp.532.000.000,- penempatan dana pasti dengan return 14% dengan jangka waktu 1 tahun, Tanggal 23 Januari 2017 dengan jumlah 78.000 SGDpenempatan dana pasti dengan return 10%(sepuluh persen) dengan jangka waktu 2 tahun.

Tanggal 21 Februari 2017 dengan jumlah 78.000 SGD penempatan dana pasti dengan return 10% dengan jangka waktu 2 tahun,tanggal 09 Maret 2017 dengan jumlah Rp.250.000.000,- penempatan dana pasti selama 1 tahun dengan bunga sudah dibayar.

Tanggal 05 Mei 2017 dengan jumlah Rp.250.000.000,-penempatan dana pasti selama 1 tahun dengan bunga sudah dibayar, tanggal 02 Juni 2017 dengan jumlah Rp.500.000.000,- penempatan dana pasti selama 1 tahun, tanggal 09 Juni 2017 dengan jumlah 132.000 SGD penempatan dana pasti dengan return 10% dengan jangka waktu 2 tahun.

Tanggal 08 Juli 2017 dengan jumlah 100.000 SGD penempatan dana pasti periode 08 Juli sampai dengan 08 september 2017 dan tanggal 10 Juli 2017 dengan jumlah 60.000 SGD penempatan dana pasti dengan return 12% selama 2 tahun.

Terdakwa ada menerima dana dari saksi Rika melalui transfer bank yang mana saksi mentransfer atau mengirimkan dana ke rekening Bank BPR Dana Makmur kemudian terdakwa meminta Bank DPR Dana Makmur untuk mengalihkan dana tersebut masuk kedalam rekening terdakwa yang ada Bank BPR Dana Makmur sebanyak Rp.50.000.000,-.

Setelah dana tersebut berpindah ke rekening terdakwa barulah terdakwa membuat bukti tanda terima lalu terdakwa serahkan kepada saksi Rika di toko saksi Parinah yang mana merupakan karyawan saksi Parinah.

Sedangkan saksi korban Wie San alias Suprapto juga mengikuti program investasi yang terdakwa tawarkan dan jumlah dana yang terdakwa terima dari saksi sebanyak 4 kali dengan total Rp.1.550.000.000,- secara bertahap.

Saksi korban selanjutnya, Moi Hong juga menyerahkan dana untuk investasi kepada terdakwa yang mana terdakwa mengenal saksi dari saksi Parinah melalui transfer Bank yang mana transfer atau pengriman dana tersebut di transfer melalui Bank milik saksi ke rekening Bank BPR Dana Makmur kemudian terdakwa meminta Bank BPR Dana Makmur mengalihkan dana tersebut ke rekening milik terdakwa yang ada di Bank BPR Dana Makmur. Adapun total keseluruhan sebanyak Rp.1.670.000.000,-dan sebanyak 142.000 SGD.

Berlanjut erdakwa juga menawarkan Program Investasi Berjangka kepada saksi Nanang Junaidi yang sudah terdakwa kenal sejak tahun 2003 yang mana saksi menginvetasikan dana kepada terdakwa dengan total keseluruhannya Rp.2.560.000.000,- dan 217.000 SGD.

Dana tersebut di transfer atau dikirim melalui Bank milik saksi Nanang Junaidi ke rekening
Bank BPR Dana Makmur kemudian terdakwa meminta pihak Bank BPR Dana Makmur
mengalihkan dana tersebut ke rekening milik terdakwa yang ada pada bank BPR Dana Makmur tersebut.

Terdakwa juga menawarkan Program Investasi Berjangka kepada saksi Bella tandika yang
merupakan sepupu terdakwa kemudian saksi mengikuti program investasi tersebut dengan
menyerahkan dana kepada terdakwa melalui transfer dari Bank Danamon milik saksi ke rekening Bank Dana Makmur sebanyak Rp.1.200.000.000,-.

Setelah dana tersebut masuk ke rekening Bank BPR Dana Makmur milik terdakwa meminta
kepada Pihak Bank BPR Dana Makmur untuk mengalihkan dana tersebut masuk ke rekening terdakwa yang ada di Bank BPR Dana Makmur.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda