Saksi Sebut 4 WN Malaysia Sebelumnya Berhasil Transaksi Ekstasi 30 Ribu Butir di Batam

67

RASIO.CO, Batam – Tiga saksi penangkap BNN sebut empat terdakwa sebelumnya diduga pernah berhasil memanfaatkan hotel Planet Holiday melakukan transaksi 30 ribu pil ekstasi.

Hal ini terungkap dipersidangan Pengadilan Negeri (PN) Batam yang dipimpin majlis hakim ketua Mangapul Manalu didampingi dua hakim anggota. Selasa(17/07) lalu.

“Pengakuan terdakwa saat dikembangkan sebalumnya tertangkap pernah berhasil transaksi ekstasi 30 ribu butir dan mendapat upah 1800 Ringgit Malaysia,” kata saksi penyidik BNN di ruang sidang Purwoto Gandasubrata PN Batam.(17/07).

Kata saksi, keempat terdakwa WN Malaysia, Tiu Hu How, Ngo Chee Wei, Lee Bing Chong dan Bong Hae Yuan diduga transaksi narkotika jenis ekstasi 40 ribu butir di alah satu cafe De Venus Hotel Planet Batam.

“Untuk yang 40 Ribu butir mereka dijumpai bertransaksi dalam kamar 722 hotel planet holiday , dimana sedang membuka satu bungkus dan uang S$240 ribu ,” kata saksi lagi.

Saksi menambahkan , penangkapan kempat terdakwa merupakan hasil informasi masyarakat ,lalu dilakukan penyelidikan dan benar adanya terjadi transaksi , tetapi salah seorang pelaku WNI berhasil kabur melarikan diri yang mulia ,” paparnya.

Sementara itu, majlis hakim ketua Mangapul Manalu mempertegas terhadap saksi apa benar adanya penangkapan terhadap 4 terdakwa bersama uang S$240 ribu dolar ketika ditangkap saksi.

“Apa benar ada ditemukan uang transaksi tersebut bernilai S$240 Ribu dolar ketika penatkapan?,” Ujar hakim.

Menjawab pertanyaan hakim, saksi dengan ringan menjawab tidak ditemukan dan hakim kembali mempertanyakan lagi, bagaimana anda tahu ada uang tersebut saat mejelaskan tadi ada uang .

“Uang tidak ada yang mulia hanya nilai ekstasi diperkirakan S$240 ribu dolar,” ujar saksi.

Diebritakan sebelumnya, Keempat terdakwa berhasil ditangkap petugas BNNP Kepri dan berhasil mengamankan 40 ribu butir ekstasi yang ditemukan dalam kamar 722 hotel Planet Batam. Minggu(04/02/2018) lalu.

Ironisnya, SAS diduga asal Batam berhasil melarikan diri saat di giring kekantor BNNP Kepri dan ditetapkan DPO, sedangkan bandar Ahao asal Malaysia pun DPO.

Parahnya, keempat terdakwa pernah berhasil melakukan transaksi Inek tersebut 30 ribu butir dan mendapat upah bervariasi dengan total 10.000 Ringgit Malaysia.

Kali ini para terdakwa apes dan berhasil di tangkap petugas BNN dengan barang bukti 40 ribu dan nilai transaksinya S$.240.000.

Keempat terdakwa dijerat diancam pidana Pasal 114(2) Jo pasal 132 ayat(1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkoba. dan keempat terdakwa perkaranya displit , namun sidangnya berbarengan dan menghadirkan penterjemah bahasa Mandarin karena terdakwa tidak bisa berbahasa Indonesia.

APRI@www.rasio.co

Berikan komentar anda