Sidang Kasus Dugaan Penggelapan Bos Milenium Group Lanjut, Hakim Tolak Esepsi

0
272

RASIO.CO, Batam – Sidang kasus dugaan penggelepan Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng lanjut tahap.pemeriksaan sakai,.pasalnya hakim tolak esepsi terdakwa untuk membebaskan dari segala dakwaan JPU.

“Hakim tolak esepsi terdakwa dan sidamg pekan depan pemeriksaan saksi,'” ukar JPU Rosmalina saat dijumpai usai persidangan. Senin(14/10).

Sidang kasus dugaan penggelapan asst perusahaan perusahaan plastik di kawasan sekupang tersebut bernilai Rp25 miliar diduga dilakukan tedakwa yamg menjabat sebagai komisaris di perusahaan itu.

Ironisnya, tidak itu saja, di duga terdakwa juga terlibat dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi bodong bernilai 2 triliun, dimana puluhan korban mendatangi Pengadilan Negeri(PN) Batam miminta agar terdakwa di tahan.

Faktanya, terdakwa mendapat perlakuan istimewa tidak ditahan, bahkan dengan sumringah mendatangai pengadilan mengunakan monil mewah merk alfad.

Ketika datangi korban penipuan, terdakwa berjanji akan melunasi hutang terhadap korban yang datamg dari berbagai daerah. bahkan sempat terjadi adu mulut yang membuat mengunjung sidang kaget.

Sebelumnya, Puluhan nasabah asal berbagai daerah di wilayah Indonesia mengamuk di seputaran parkir depan hingga belakang Pengadilan Negeri(PN) Batam, karena di duga tertipu oleh pengusaha kondang bernama Tahir Ferdian alias Lom Chong Peng dengan modus investasi bodong.

Pantauan lapangan, aksi pencegatan paksa oleh puluhan korban penipuan yang diduga dilakukan terdakwa membuat beberapa pengunjung sidang sontak kaget, pasalnya para nasabah dengan sedikit bringas memaksa terdakwa untuk turun dari mobil mewah jenis Alfard BP 11 VI.

Namun, dalam keributan ini, terdakwa Tahir Ferdian enggan turun dari mobil mewahnya dan memilih keluar dari lokasi PN Batam.

Peristiwa yang kurang mengenakkan ini terjadi lebih kurang sekira pukul 8.36 WIB, dimana terdakwa Tahir Ferdian akan menghadiri sidang kasus dugaan penggelapan dengan menjual asset-asset PT. Taindo Citratama mengakibatkan saksi Ludijanto Taslim selaku Direktur Utama sebesar Rp. 25.776.000.000,-.

Aksi pencegatan serta menghentikan paksa mobil terdakwa Tahir Ferdian berlangsung bak drama sinetron, dimana nasabah yang mersa tertipu oleh terdakwa mengeluarkan kata-kata kotor sembari meminta terdakwa membayar uang mereka yang telah masuk ke rekening perusahaan terdakwa.

“Sudah tiga tahun kami menderita, kembalikan uang kami ratusan milyar yang telah kamu bohongi, kau maling uang kami,” ujar salah seorang nasabah bernama Hendri di lokasi. Senin(07/10).

Tidak itu saja, bahkan salah seorang nasabah wanita menjerit bahkan minta terdakwa turun untuk membayar kembali uangnya yang telah merasa tertipu terdakwa.

“Tak tahu malu, mana uang kami kembalikan, dasar penipu, terbukti kamu penipu di Batam tersangkut lagi dalam kasus penggelapan Rp25 miliar,”ujar ibu sudah berusia lanjut ini.

Melihat situasi gaduh di PN Batam , pihak kepolisian bersama satpam PN Batam sempat melakukan pengamanan dan meminta para nasabah tersebut untuk menyelesaikan di luar lokasi Pengadilan PN Batam, namun nasabah tetap bersikukuh menunggu terdakwa disidangkan.

Sementara itu, Humas PN Batam, Taufik saat di konfirmasi awak media di lokasi tidak mengetahui persis apa yang di ributkan para nasabah yang datang ke PN Batam, namun berharap jangan sampai terjadi keributan di pengadilan. dan sudah mendapat pengamanan oleh pihak kepolisian.

APRI@www.rasio,co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY