Tak Punya Uji Lab, 61 Ekor Sapi Ditolak Masuk Batam

0
137

RASIO.CO, Batam – Sebanyak 61 Ekor sapi  yang masuk ke Batam dikembalikan ke daerah asal yakni Kuala Tungkal, Jambi. Pasalnya, 61 sapi untuk kebutuhan kurban itu tidak mempunyai hasil uji laboratorium.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis mengatakan, penolakan terhadap 61 ekor sapi itu karena pihaknya tidak menerima hasil uji lab yang menyatakan sapi-sapi tersebut bebas dari virus Jembrana.

“Tidak ada hasil uji lab-nya, jadi kami tolak,” kata Mardanis di Batam, Selasa (16/7).

Mardanis mengatakan, pihaknya menerapkan aturan ketat dalam menerima pasokan hewan kurban, terutama mengantisipasi  penyebaran virus Jembrana. Ia menegaskan, virus tersebut bisa membahayakan hewan kurban lainnya.

“Berbahaya untuk sapi-sapi yang lain, bisa tertular semua nanti. Kalau untuk manusia memang tidak membahayakan,” ujarnya.

Mardanis menjelaskan, virus Jembrana menyebabkan hewan mengalami demam tinggi hingga kematian mendadak. Virus itu juga mudah menular kepada sapi.

Karena itu, setiap hewan kurban yang masuk ke Batam, wajib dilengkapi dengan hasil uji bebas virus, dan pengantarnya harus mengantongi izin dari pemerintah daerah asal, memiliki izin ke luar daerah, serta dilengkapi surat layak kesehatan.

Setibanya hewan-hewan itu di Batam, lanjut Mardanis, pihaknya akan mengecek kembali seluruh dokumen yang dibawa pengantar.

Tahun ini, kata Mardanis, Batam membutuhkan sekitar 1.500 ekor sapi dan sekitar 6.000 ekor kambing untuk kebutuhan kurban pada Hari Raya Iduladha. Untuk peternak lokal, Batam baru sanggup memenuhi sekitar 500 ekor sapi.

“Hewan untuk kebutuhan kurban kita datang dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari Pulau Sumatera,” ujar Mardanis.

***

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY