Tak Terbukti Membunuh Korban Berencana, Marlin Divonis Hakim 10 Tahun

0
272

RASIO.CO, Batam – Tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Ronni Priska Hasibuan sesuai dakwaan JPU, Majelis hakim Pengadilan Negeri(PN) Batam akhirnya menvonis terdakwa Marlin Sinambela 10 tahun penjara.Rabu(25/09).

“Berdasarkan fakta-fakta persidangan serta keterangan saksi-saksi sesuai dakwaan JPU Primeair pasal 340 KUHP “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.” tidak terbukti.

“Dan berdasarkan bukti-bukti persidangan terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan dengan berencana tidak terpenuhi dan mempertimbangkan pasal 338 KUHP,” Kata Mejelis hakim ketua Renny Pitua Ambarita di didampingi dua hakim anggota.

Dalam pertimbangan dakwaan subsidair pasal 338 KUHP terdakwa terpenuhi, dimana terdakwa Marlin Sinambela dalam melakukan pembunuhan terhadap korban Ronni Priska Hasibuan di awali dengan emosi tentang hubungan istri di duga berselingkuh sehingga berakhir dengan memukul kepala korban.

Berdasarkan hasil forensik sebab kematian korban akibat patah tulang leher sehingga menyebabkan nafas berhenti, sehingga unsur kedua terpenuhi.

“Terdakwa Marlin Sinambela di hukum 10 tahun penjara,” tutup Renni.

Sebelumnya, Terdakwa Marlin Sinambela terduga pelaku pembunuhan dengan korban Ronny Priska Hasibuan (44 thn) di tuntut JPU selama 12 tahun penjara, sedangkan 5 rekannya dituntut 2 tahun penjara. Kamis(12/09).

Ironisnya, Jaksa membebaskan terdakwa dari Dakwaan Kesatu Primair yaitu melanggar Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati

Dan JPU berkeyakinan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana
“Dengan sengaja merampas nyawa orang lain”, melanggar Pasal 338 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan Kesatu Subsidair Penuntut Umum.

“Barang siapa dengan sengaja menhilangkan nyawa orang lain, karena bersalah telah melakukan “pembunuhan” dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima belas tahun”.

Namun, dari fakta persidangan terdakwa mengakui melakukan, bahkan terduga pelaku melakukan eksekusi dan meninggalkan mayat korban di pinggir jalan raya.

“Menyatakan terdakwa Marlin Sinambela telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Dengan sengaja merampas nyawa orang lain”, melanggar Pasal 338 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan Kesatu Subsidair Penuntut Umum,”

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Marlin Sinambela dengan pidana penjara selama 12(dua belas) tahunpenjaradikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” Kata JPU Yan Elyas Zaboa beberapa waktu lalu di PN Batam. Kamis (05/09).

Sebelumnya, Enam terdakwa Marlin Sinambela, Darwin Sinambella, Ronni Tampubolon, Hendro Simanjuntak, Moral Hasudungan Hutapea dan Haryanto Sibarani terduga pelaku pembunuhan terhadap Ronni Friska Hasibuan mendapat pendampingi dari 7 advokad senior Batam. Kamis(25/07).

Satu terduga pelaku pembunuhan didampingi advokad Richard Rando Sidabutar SH,MH bersama team dan 5 terdakwa lainnya didampingi Bernard Nababan SH. Sidang perdana yang dipimpin majelis hakim ketua Renny Pitua Ambarita SH,MH didampingi dua hakim anggota dengan agenda pembacaan dakwaa oleh JPU Yan Elyas Zaboa.

JPU Yan Elyas Zaboa menjerat Marlin Sinambela dengan Primair pasal Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana. dan atau kedua Pasal 170 Ayat(2) ke-3KUHPidana. dan atau Subsidair Pasal 170 Ayat(2) ke-2 KUHPidana. dan atau Lebih Subsidair :Pasal 170 Ayat(1) KUHPidana.

Sedangkan kelima terdakwa Darwin Sinambella, Ronni Tampubolon, Hendro Simanjuntak, Moral Hasudungan Hutapea dan Haryanto Sibarani sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 Ayat(2) ke-3 KUHPidana.

Dan Atau Subsidair Pasal 170 Ayat(2) ke-2 KUHPidana, Lebih Subsidair Pasal 170 Ayat(1) KUHPidana.

Para teduga pelaku diduga melakukan pembunuhan atau terdakwa lainnya diduga turut serta, sehingga menghilangkan nyawa Ronni Friska Hasibuan yang diduga berselingkuh dengan istri Marlin Sinambela dan ditemukan tewas di Tiban, Sekupang Batam.

Usai mendegarkan dakwaan JPU, majelsi hakim menunda sidang pekan depan dengan agenda mendegarkan keterangan saksi-saksi yang akan dihadirkan jaksa penuntut umum.

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY