Telisik Peredaran dan Penyelundupan Rokok H Mild dan Luffman di Batam

0
513
ilustrasi rokok kandas di pulau

RASIO.CO, Batam – Masih terpantau maraknya peredaran penjualan rokok merk H Mild dan Luffmen di Batam sudah bukanlah hal aneh dan tidak sulit untuk mencarinya di glosir tertentu maupun pedagang kaki lima di Batam.

Bahkan menurut informasi, dua jenis rokok tersebut dikabarkan diseludupkan diduga oleh oknum pengusaha nakal melalui pelabuhan tikus Galang Batam mengunakan mobil.

Ironisnya, Hampir setahun lalu BP Batam mengeluarkan surat pemberitahuan pencabutan fasilitas bebas cukai. Hal ini untuk menindaklanjuti surat dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian pada tanggal 6 Mei 2019.

Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady ditujukan kepada direktur masing-masing perusahaan.

Dalam suratnya bahwa berdasarkan hal penyampaian risalah rapat koordinasi pembahasan review Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2012 dan Peraturan Menteri Keuangan Nokor 47/PMK.04/2012.

Kemudian pada tanggal 14 Mei 2019 Direktur Jenderal Bea Cukai mengeluarkan surat dalam hal penghentian pelayanan dokumen CK-FTZ. Maka dari itu, BP Batam dalam suratnya menyampaikan pemberitahuan pencabutan fasilitas bebas cukai atas barang berupa rokok dan minuman beralkohol.

“Biasalah para oknum pemain rokok ilegal selalu memanfaatkan situasi melalui pelabuhan tikus dan mengedarkan langsung ke pedagang kecil,” ujar sumber rasio.co yang enggan di publis.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Team beacukai diduga mengamankan mikol asal negara tetangga yang masuk secara ilegal tanpa cukai dan rokok yang beredar di Batam.

Hal ini dibenarkan, Kepala Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam, Sumarna, bahwa unit penindakan melaksanakan razia di seputaran gudang tersebut.

“Betul, unit penindakan BC razia mikol,”

“Dan masih tahap mengumpulkan informasi dan penyelidikan,” ujar Sumarna singkat dihubungi melalui sambungan selularnya beberapa waktu lalu.

Sedangkan, Penghentian fasilitas cukai ini terhitung mulai tanggal 17 Mei 2019. Dalam surat tersebut terlampir, 46 nama-nama perusahaan yang mendapat dasilitas cukai atas barang berupa rokok dan minuman beralkohol.

Beberapa diantaranya yaitu: PT Mustika Internasional, PT Fantastik Internasional, PT Pura Jaya Makmur, PR Duta Cemerlang Tobacco, PT Karya Timur Prima, PT Atraco Multiguna, PT Batu Karang, PT Gudang Baru Berkah, PR Bintang Sayap Insan, PR Berca Sauti Tobacco, PR Cemara Mas dan PT Karya Tajinan Prima

Kemudian ada PR Delta Makmur, CV Gunung Batu Penjuru, PR Putra Maju Jaya, PT Anak Sakti, CV Megah Sejahtera, PR Sejahtera Abadi, PR Pasir Mas Gunung Kelud Alami, PR Makmur Sentosa, PT Corona Mas, PT Bokor Mas, PT Universal Strategic Alliance, PR Pura Perkasa dan lainnya.(red/btn/di).

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY