Terancam Hukuman Mati, Hakim: Aneh 8 Kilo Sabu Ngaku di Upah Rp10 Juta

0
235
foto/rasio.co

RASIO.CO, Batam – Majelis Hakim Ketua Christi E.N Sitorus , SH.,M.Hum sedikit geram bahkan heran, pasalnya terdakwa Ali Caniago bin Sakrani diduga jadi pengedar sabu 8 kilo, namun hanya menerima upah Rp10 juta.

“Aneh bawa sabu 8 kilo, Kamu terancam hukuman mati, tetapi ngaku terima upah Rp10 juta,” kata Christi E.N Sitorus melalui sidang virtual. Rabu(24/04).

Dalam agenda sidang pembacan dakwaan serta saksi terdakwa Ali Caniago tidaklah sendirian karena bekerja mengedarkan sabu bersama De’Im alias Baim(perkara terpisah). kedua terdakwa merupakan tangkapan Satnarkoba Polresta Barelang.

Ali Caniago bin Sakrani ditangkap November 2020 di parkiran Indomaret depan Hotel Ramayana ditermukan barang bukti 8 kilo sabu. tedakwa mendapat sabu dari Aziz(DPO).

Pada Hari Selasa Tanggal 24 Nopember 2020 sekira Jam 08.30 Wib Sdr. Kai menelepon Terdakwa dan menyuruh Terdakwa standby karena sore hari akan menjemput shabu tersubut.

Kemudian Terdakwa langsung menyanggupinya, sekira Jam 22.00 Wib Sdr. Kai menelepon Terdakwa dan mengajak Terdakwa untuk standby di Parkiran Indomaret depan Hotel Ramayana, Nagoya Kota Batam.

Terdakwa langsung menyanggupinya dan sesampainya disana pada saat Terdakwa sedang menunggu Sdr. Kai dan De’im (penuntutan dalam berkas terpisah) yang akan memberikan shabu tersebut kepada Terdakwa.

Tiba-tiba Terdakwa dihampiri oleh beberapa orang laki-laki yang tidak dikenal berpakaian preman dan mereka langsung menangkap Terdakwa dan mengatakan bahwa mereka dari Kepolisian.

Terdakwa dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang–undang Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang–undang Republik Indonesia Nomor : 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY