Terbukti Korupsi, Indra Santo Dihukum 5,6 Tahun Terkait Kasus PDAM Karimun

0
513

RASIO.CO – Majelis Hakim Tipikor Tanjungpiang akhirnya memvonis Mantan Direktur Utama, Indra Santo dan Joni Bendahara PDAM Tirta Karimun selama 5,6 tahun penjara.

Selain itu terdakwa  Indra Santo dikenakan denda Rp200, jika tidak dibayar maka diganti pidana kurungan 2 bulan penjara. Selain itu terdakwa dikenakan uang penganti senilai Rp1 milliar.

Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut, apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6  bulan dan denda sejumlah Rp200.000.000,00 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan,”

“Menghukum Terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp1.000.000.000,00 paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 1tahun,” kata hakim majelis ketua Anggalanton Boang Manalu, Rabu(18/08) lalu.

Vonis terhadap kedua tersangka, tergolong ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 8 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Karimun Tiyan Andesta mengatakan, kedua terdakwa atas nama Indra Santo dan Joni Setiawan sama- sama dijatuhkan hukuman penjara 5 tahun 6 bulan.

“Sudah di vonis Agustus lalu. Keduanya dijatuhkan hukuman penjara selama 5 tahun 6 bulan,” kata Tiyan, Senin (20/9).

Tiyan mengatakan, kedua terdakwa telah menerima putusan pengadilan terhadap hukuman yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipidkor Tanjungpinang.

Namun, dari JPU masih akan melakukan pertimbangan terhadap hukuman tersebut, apakah melakukan banding atau menerima putusan.

“Kita masih pikir-pikir terhadap putusan pengadilan,” katanya.

Selain itu, Tiyan mengatakan, oleh Majelis Hakim Tipidkor Tanjungpinang kedua terdakwa juga diminta untuk membayar uang penganti masing-masing Rp1 Milliar dan Rp600 Juta.

“Terhadap terdakwa Indra Santo diminta menganti uang Rp1 Miliar, sementara terdakwa Joni Rp600 juta,” katanya.

Selama persidangan berlangsung, ditemukan sejumlah fakta- fakta baru terhadap kasus tersebut. Salah satunya dugaan aliran dana korupsi itu ke beberapa pihak, seperti Ketua DPRD Karimun

Akan tetapi, dalam pemeriksaan lanjutan yang telah dilakukan oleh jaksa, tidak ditemukan bukti kuat atas pernyataan kedua terdakwa yang mengarah kepada pihak lain.

“Tentu apa yang disampaikan terdakwa kita sudah telusuri. Namun tidak ada bukti dukung yang kuat ditemukan atas pernyataan keduanya. Termasuk bukti dan saksi bahwa mereka telah memberikan sejumlah dana kepada pihak dimaksud,” jelasnya.

Berdasarkan hasil perhitungan Inspektorat, total kerugian negara yang ditimbulkan atas perbuatan kedua terdakwa mencapai Rp4,9 miliar.

rc@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY