Terduga Pelaku Penculikan Juga menggirim TKI Ilegal ke Malaysia

0
192

RASIO.CO, Batam – Terduga pelaku penculikan berinisial EB bersama dua tersangka lainnya juga diduga sebagai pengirim TKI Ilegal ke negara jiran Malaysia.

Korban penculikan berinisial V(13) diduga merupakan anak majikan dua orang pelaku berinisial PM(19) dan inisial MD(20) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumahnya korban.

Parahnya, tersangka EB saat dilakukan penggrebekan dirumahnya Kavling Saguba Batuaji, kepolsiain Ditkrimum Polda Kepri dan Brimob Polda Kepri ditemukan calon Migran Indonesia illegal .

“Kasus berawal informasi masyarakat , diduga ada korban penculikkan anak yang terjadi di Jakarta Utara dan di bawa ke Kota Batam. dan ada dirumah tersangka,”

“Tim melakukan pengeledahan dirumah tersebut diatas dan ditemukan 2 orang diduga pelaku penculikkan serta beberapa orang Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke Malaysia,” Kata Kombes Pol Kombes Pol Arie Dharmanto didampingi Wadansat Brimob Polda Kepri AKBP Dwi Yanto Nugroho.(13/02)lalu.

Kata Dirkrimum Polda Kepri, Pengungkapan tindak pidana penculikkan dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia illegal dapat terungkap berkat kordinasi dan kerjasama yang baik antar Polres Jakarta Utara, Sat Brimob Polda Kepri dan Ditreskrimum Polda Kepri.

Diduga korban penculikan tersebut berasal dari Pademangan, Jakarta Utara, korban seorang anak Inisial V, jenis kelamin perempuan, 13 Tahun yang dibawa oleh dua orang pelaku berinisial PM, perempuan, 19 tahun dan inisial MD, perempuan, 20 Tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumahnya korban.

Setelah dilakukan pengembangan bahwa ada tindak pidana lain yang terjadi yakni penampungan Pekerja Migran Indonesia illegal di Kavling Saguba, Sungai binti Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, sebanyak 7 korban Pekerja Migran Indonesia lainnya yang akan dikirim ke Malaysia berhasil diselamatkan di lokasi tersebut jelas Dirreskrimum Polda Kepri

Pelaku melakukan dugaan tindak pidana penempatan PMI secara ilegal dengan cara melakukan pengurusan serta menyediakan rumah penampungan untuk para PMI Illegal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Tersangka mendapatkan bayaran yang diperoleh dari hasil mengurus proses keberangkatan PMI secara ilegal ke Malaysia untuk dipekerjakan sebagai Cleaning Service di kawasan perumahan.

Dimana dari kegiatan tersebut pelaku biasanya mendapat keuntungan dari agen di Malaysia sebesar 7000 rm, dan penempatan PMI secara ilegal oleh tersangka inisial EB alias Enos sudah dilakukan selama 2 tahun tutur Ditreskrimum Polda Kepri.

Barang bukti yang diamankan 3 Paspor, 1 unit Handphone, 1 Buku Tabungan, 4 lembar bukti penarikan uang di ATM, dan 2 Kartu ATM.

Tersangka penempatan dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia secara illegal dikenakan pasal 81 dan atau pasal 83 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 ( lima belas miliar rupiah). Dan untuk pelaku penculikkan dikenakan pasal Pasal 332 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

Dihimbau kepada masyarakat yang ada di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam, apabila dilingkungan tempat tinggalnya ada ditemukan kegiatan atau upaya perekrutan untuk dipekerjakan keluar negeri secara illegal, hendaknya segera melakukan kordinasi dan sampaikan informasi tersebut ke aparat terkait seperti, RT, RW, Lurah dan Bhabinkamtibmas yang ada di daerah nya tutup Kasubbid Penmas Polda kepri

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY