Tiga Tekong Pekerja Migran Ilegal Ditangkap, Satu Ditetapkan DPO

0
218

RASIO.CO, Batam – Team gabungan Polda Kepri dan Polresta Barelang berhasil menangkap tiga terduga pelaku pengirim Pekerja Migran Indonesia Ilegal kenegara jiran Malaysia, sedangkan pengurus berhasil melarikan diri dan ditetapkan DPO.

Pihak kepolisian berhasil mengungkap karena adanya laporan masyarakat danya penampungan ratusan TKI Ilegal di Komplek Ruko Prima Sejati Batam Center, Kota Batam. lebih kurang 75 laki-laki dan 67 perempuan yang akan dipekerjakan di Malaysia sebagai Pekerja Ilegal.

Parahnya, para pekerja migran asal indonesia ini dipungut para pelaku uang antara 5 juta hingga 10 juta perkepala dan diduga akan dikirim melalui pelabuhan Internasional Batamcentre mengunakan pasport wisata.

“Berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat bahwa adanya tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia illegal di Komplek Ruko Prima Sejati Batam Center, Kota Batam yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan Laporan Polisi no : LP-A/22/2020/Resta Barelang,” Kata Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid .Rabu(12/02).

Kata Wadir Reskrimum Polda Kepri, Modus Operandi yang dilakukan oleh terduga tersangka yaitu melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia secara illegal melalui pengurusan, proses pemberangkatan, pembuatan paspor dan sebagai nya.

Serta menyediakan sarana tempat penampungan secara illegal, dimana ruko yang digunakan tersebut tidak terdaftar sebagai tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia.

“Dari tiap calon PMI ilegal mengeluarkan biaya sekitar 5 sampai dengan 10 juta perorang untuk mengurus keberangkatan ke Malaysia,” ujarnya.

Ia mengatakan, Tersangka inisial ND berperan sebagai mengantar pekerja Migran dari penampungan ke Pelabuhan Internasional Batam Center, tersangka inisial YD berperan mengumpulkan paspor di penampungan dan mengantar paspor ke pelabuahan Batam Center.

Sedangkan, tersangka inisial AG berperan menerima PMI Ilegal di Pelabuhan Batam Center dan satu orang tersangka inisial BS yang berperan sebagai pengurus masih dalam pencarian (DPO) Tutur Wadir Reskrimum Polda Kepri

Barang Bukti yang berhasil diamankan yaitu beberapa lembar Boarding Pass dan 7 (tujuh) buah paspor. Dan para tersangka telah melanggar Pasal 81 Undang Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak rp. 15.000.000.000,00 ( lima belas miliar rupiah).

APRI@www.rasio.co //

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY